1,77 Juta Orang Menganggur: Pengangguran Surut Tantangan Berlanjut

PENGANGGURAN Jabar menurun, tetapi 1,77 juta orang masih menganggur. Penyerapan kerja masih menjadi tantangan.

1,77 Juta Orang Menganggur: Pengangguran Surut  Tantangan Berlanjut
TPT MEMBAIK: Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati saat diwawancara wartawan terkait Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Barat yang mulai menunjukkan perbaikan. Meski demikian, jumlah pengangguran di Jawa Barat masih mencapai 1,77 juta orang. Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan TPT tertinggi, yakni 8,71 persen.(INILAH/YULIANTONO)

Oleh: Yuliantono

Kabar perbaikan mulai terlihat di pasar kerja Jawa Barat. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus menurun, sementara jumlah penduduk yang bekerja bertambah. Namun, di balik tren positif tersebut, masih ada 1,77 juta orang yang belum mendapatkan pekerjaan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat TPT pada Agustus 2026 mencapai 6,67 persen. Angka ini turun 0,10 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut menjadi sinyal membaiknya penyerapan tenaga kerja di provinsi dengan jumlah penduduk usia kerja mencapai 39,74 juta orang. Meski begitu, besarnya jumlah pengangguran menunjukkan persoalan ketenagakerjaan belum sepenuhnya teratasi.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2026 mencapai 24,77 juta orang. Angka tersebut bertambah sekitar 260.000 orang dibandingkan Agustus 2025.

“Saat ini jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 24,77 juta orang, bertambah sekitar 0,26 juta orang dibandingkan periode Agustus 2025,” ujar Ari dalam pemaparan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jawa Barat, Kamis (5/11). 

Dari total penduduk usia kerja, sebanyak 26,54 juta orang masuk dalam kelompok angkatan kerja. Sementara itu, 13,20 juta orang lainnya tergolong bukan angkatan kerja.

Perbaikan TPT juga terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kendati demikian, kemampuan daerah dalam menyerap tenaga kerja masih menunjukkan kesenjangan.

Kabupaten Bekasi mencatat TPT tertinggi sebesar 8,71 persen. Sebaliknya, Kabupaten Pangandaran menjadi daerah dengan tingkat pengangguran terendah, yakni 1,76 persen.

Gambaran lain terlihat dari tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Jawa Barat yang mencapai 66,78 persen pada Agustus 2026. Keterlibatan perempuan dalam pasar kerja juga menunjukkan peningkatan.

TPAK perempuan naik dari 49,17 persen pada Agustus 2025 menjadi 50,16 persen pada Agustus 2026. Kenaikan ini menandakan semakin banyak perempuan yang masuk dalam aktivitas ekonomi dan pasar kerja.

Dari sisi lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 23,04 persen dari total penduduk bekerja. Industri pengolahan dan pertanian berada pada posisi berikutnya.

Kualitas pekerjaan juga memperlihatkan perkembangan. Jumlah pekerja formal meningkat menjadi 11,15 juta orang. Sementara itu, proporsi pekerja penuh atau mereka yang bekerja sedikitnya 35 jam per minggu mencapai 74,39 persen.

“Menurut sektor lapangan kerja, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran menjadi sektor utama yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yakni sebesar 23,04 persen dari total penduduk bekerja, disusul oleh industri pengolahan dan pertanian,” katanya. (gin)


Editor : Inilahkoran