Penghormatan Terakhir Sang Prajurit.

Penghormatan Terakhir  Sang Prajurit.
PEMAKAMAN: Prosesi pemakaman Letkol Cpn (Anm) Anwar Dudi Firmansyah korban kecelakaan helikopter di Perairan Pematang Limau.(INILAH/CESAR YUDISTIRA)

INILAH, Bandung - Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, menjadi tempat peristirahatan terakhir Letkol Cpn (Anm) Anwar Dudi Firmansyah, Kamis (5/11). Prajurit TNI Angkatan Darat itu gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17V5 HA-5235 di Perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Upacara pemakaman berlangsung secara militer. Panglima TNI Agus Subiyanto hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu awak helikopter milik TNI AD tersebut.

Di sela prosesi pemakaman, Agus menyampaikan kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa para personel itu. Helikopter yang membawa delapan orang tersebut mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran melalui pengeboman air atau water bombing.

Menurut Agus, helikopter sempat berhasil mengambil air untuk misi pertama. Namun, kecelakaan terjadi ketika awak melakukan pengambilan air untuk kedua kalinya.

“Jadi, ada delapan personel di dalam pesawat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat (Penerbad) yang mengalami kecelakaan saat melaksanakan water bombing,” kata Agus.

“Satu kali sudah dilaksanakan dengan aman, kemudian yang kedua kalinya terjadi crash,” ujarnya.

Lokasi jatuhnya helikopter berada di perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan. Berdasarkan informasi terakhir, bangkai helikopter ditemukan sekitar satu kilometer dari bibir pantai, pada kedalaman kurang lebih enam meter dalam posisi terbalik.

Agus mengatakan, proses evakuasi korban masih berlangsung. Dari tiga korban yang menjadi perhatian dalam proses pencarian, dua telah dievakuasi, sedangkan satu lainnya masih berada di dalam helikopter.

“Kondisi terakhir helikopter berada kurang lebih 1 kilometer dari bibir pantai dengan kedalaman kurang lebih 6 meter dan posisi heli terbalik,” tambahnya.

Arus bawah laut yang deras menjadi salah satu kendala dalam proses evakuasi. Meski demikian, tim SAR bersama personel TNI terus berupaya menjangkau korban yang masih berada di dalam bangkai helikopter.

“Sekarang sedang dalam pencarian, satu lagi korban masih ada di dalam heli ini, karena hasil laporan dari SAR dan TNI yang di lokasi, arus di dalam lautnya deras dan berterjun,” tuturnya.

Agus berharap proses evakuasi dapat segera diselesaikan dengan lancar. Ia juga mengajak semua pihak mendoakan keselamatan personel yang masih menjalankan operasi pencarian.

“Tapi kita insya Allah segera kita bisa mengevakuasi satu korban yang masih ada di dalam heli dan posisi heli sudah ditemukan. Kita berdoa semuanya supaya proses evakuasi berjalan lancar,” pungkasnya. (cesar yudistira/gin)


Editor : Inilahkoran