LHKPN Tebaru Kekayaan Wali Kota Cirebon Menyusut, Utang Menumpuk

KPK merilis LHKPN terbaru pejabat pemerintah salah satunya Wali Kota CIreon yang kekayaannya menuyut dan utang menumpuk

LHKPN Tebaru Kekayaan Wali Kota Cirebon Menyusut, Utang Menumpuk

INILAHKORAN.ID - Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat adanya penurunan signifikan pada total kekayaan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

Dalam laporan per 31 Desember 2025, total kekayaan yang bersangkutan tercatat sekitar Rp3,6 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan laporan sebelumnya saat masih berstatus calon kepala daerah.

Berdasarkan dokumen LHKPN yang diakses pada Senin 27 April 2026, penurunan kekayaan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya nilai utang yang mencapai miliaran rupiah, sehingga mengurangi total kekayaan bersih.

“Penurunan ini lebih disebabkan oleh kenaikan pada pos utang, bukan karena berkurangnya aset utama,” demikian keterangan dalam dokumen LHKPN dalam laman KPK, Senin (27/4/2026).

Secara komposisi, aset terbesar masih berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah lokasi. Selain itu, terdapat pula kendaraan pribadi, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas yang menjadi bagian dari total kekayaan.

Namun demikian, peningkatan signifikan pada komponen utang menjadi faktor dominan yang membuat nilai kekayaan bersih terlihat menurun dibandingkan periode sebelumnya.

“Jika dibandingkan laporan sebelumnya, utang mengalami kenaikan cukup besar, sehingga berdampak langsung terhadap total kekayaan bersih,” tulis  keterangan tersebut.

Seperti diketahui, LHKPN merupakan instrumen transparansi yang wajib dilaporkan oleh setiap penyelenggara negara sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

Melalui laporan ini, masyarakat dapat memantau perkembangan harta kekayaan pejabat negara sebagai bagian dari upaya pencegahan praktik korupsi. 


Editor : Ahmad Sayuti