Libatkan RT/RW, Bawaslu Cimahi Bangun Pengawasan Pemilu Partisipatif di Cipageran
Bawaslu Kota Cimahi bersama perangkat pemerintahan Kelurahan Cipageran memperkuat barisan pengawasan dengan menggelar Forum Warga Pengawasan Pemilu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bawaslu Kota Cimahi bersama perangkat pemerintahan Kelurahan Cipageran memperkuat barisan pengawasan dengan menggelar Forum Warga pengawasan Pemilu di Aula Kelurahan Cipageran, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri 148 Ketua RT dan 29 Ketua RW se-wilayah setempat itu diharapkan menjadi garda terdepan penyebar informasi sekaligus mitra strategis dalam mencegah segala bentuk pelanggaran Pemilu sejak dini.
Lurah Cipageran Asep Hendrayana menyambut baik langkah kolaboratif ini mengingat peran RT dan RW yang paling dekat dan paham akan dinamika warga di lingkungannya.
Menurutnya, sinergi ini dinilai sangat penting agar nilai-nilai demokrasi yang tertib, jujur, dan berintegritas bisa tertanam kuat hingga ke tingkat paling bawah, bukan hanya saat hari pencoblosan melainkan sejak tahapan persiapan dimulai.
“Kami ingin para pemimpin lingkungan ini menjadi jembatan informasi yang benar, sekaligus penggerak warga agar turut menjaga kualitas setiap proses pemilu,” kata Asep.
Sedangkan, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Cimahi Akhmad Yasin Nugraha tak memungkiri pengawasan pemilu tidak bisa berjalan maksimal jika hanya mengandalkan petugas penyelenggara.
"Kehadiran peran aktif masyarakat, terutama para Ketua RT dan RW menjadi kunci pencegahan pelanggaran yang efektif," kata Yasin.
Selain mengawasi proses, para peserta juga diarahkan untuk ikut mengawal Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Mulai dari mencatat warga yang pindah domisili, meninggal dunia, hingga pemilih pemula yang baru memenuhi syarat usia.
“Data pemilih yang akurat adalah fondasi pemilu yang adil. RT dan RW itu pihak yang paling tahu siapa saja warga yang tinggal di wilayahnya, sehingga bantuan mereka sangat kami butuhkan agar tidak ada hak pilih yang terabaikan maupun data ganda,” jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

