Libur Panjang sekolah, Kunjungan Wisatawan ke Lembang Anjlok
Libur panjang sekolah yang bersamaan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 tak lantas membuat kunjungan wisatawan ke kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami peningkatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - libur panjang sekolah yang bersamaan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 tak lantas membuat kunjungan wisatawan ke kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami peningkatan.
Sebaliknya, kunjungan wisatawan ke kawasan Lembang anjlok dan membuat para pengelola gigit jari. Padahal, sejumlah objek wisata di kawasan tersebut telah menambah berbagai wahana baru untuk menarik para pelancong selama masa liburan.
Kondisi tersebut tak dipungkiri Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke daerah Lembang dan sekitarnya.
"Analisa saya ada beberapa faktor yang menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke Lembang, salah satunya faktor ekonomi masyarakat atau daya beli yang menurun," kata David Oot, Jumat 3 Desember 2024.
Tak cuma itu, David menyebut, cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir tahun kemarin juga memicu sejumlah bencana. Alhasil, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk tak berwisata pada akhir tahun.
"Faktor cuaca ikut berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Dimana sepanjang libur Nataru lalu, curah hujan cukup tinggi terjadi di sejumlah daerah termasuk di Bandung Raya," sebutnya.
Termasuk, sambung David Oot, kekhawatiran dari sebagian masyarakat akan terjadinya kemacetan parah pada setiap momen Nataru.
"Kondisi ini, juga tak bisa dilepaskan dari makin bertambah banyaknya kompetitor destinasi wisata di daerah lain. Tentunya, ini membuat orang banyak pilihan destinasi saat akan berlibur," ujarnya.
Terpisah, Public Relation PT Perisai Grup, Intania Setiati membenarkan bahwa libur Nataru kali ini terjadi penurunan tajam. Turun mencapai sekitar 30 persen dibandingkan Nataru tahun lalu.
"Banyak faktor yang menjadi penyebab penurunan kunjungan wisatawan, kemungkinan karena liburnya di tengah Minggu jadi banyak yang berwisata tak keluar daerah. Atau bisa juga karena banyak yang memilih liburan ke Yogyakarta, Jateng, dan Jatim," sebut Intania.
Intania mengaku, sepinya Lembang juga terasa pada saat perayaan malam pergantian tahun. Alun-alun Lembang yang menjadi pusat keramaian tak seramai jika dibandingkan tahun lalu. "Begitupun dengan arus lalu lintas tidak terlalu padat," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun. Selain itu banyak hotel maupun penginapan yang tidak terisi penuh.
Bahkan, saat malam pergantian tahun berakhir, warga berangsur-angsur meninggalkan Alun-alun Lembang. Pesta kembang api dan tiupan terompet terasa lebih singkat.
"Sekitar jam 00.30 WIB orang sudah bubar meninggalkan Alun-alun Lembang. Padahal tahun lalu, orang lebih lama tinggal," ucap Riani (22) warga Lembang.
Menurutnya, tahun lalu jalanan di Lembang macet pada saat malam pergantian tahun. Namun sekarang jalanan lebih sepi.
"Saya tak melihat ada konvoi kendaraan," kata Riani.***
Editor : JakaPermana

