Liburan Panjang Tahun Baru Islam, Okupansi Hotel di Kota Bandung Tembus 94 Persen

Sektor perhotelan Kota Bandung kembali menunjukkan geliat positif. Selama masa liburan panjang Tahun Baru Islam 1447 H, tingkat okupansi hotel menyentuh angka 94 persen.

Liburan Panjang Tahun Baru Islam, Okupansi Hotel di Kota Bandung Tembus 94 Persen
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan, lonjakan okupansi hotel selama liburan panjang Tahun Baru Islam tersebut merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. (net)

INILAHKORAN, Bandung - Sektor perhotelan Kota Bandung kembali menunjukkan geliat positif. Selama masa liburan panjang Tahun Baru Islam 1447 H, tingkat okupansi hotel menyentuh angka 94 persen.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan, lonjakan okupansi hotel selama liburan panjang Tahun Baru Islam tersebut merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

“Tingkat okupansi hotel pada 26 Juni 2025 tercatat sebesar 71 persen, kemudian naik sedikit menjadi 71,57 persen pada 27 Juni. Namun lonjakan signifikan terjadi pada tanggal 28 dan 29 Juni, masing-masing mencapai 94,44 persen dan 93,12 persen,” kata Adi Junjunan Mustafa, Senin 30 Juni 2025.

Menurutnya, peningkatan okupansi hotel ini disebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan libur panjang Iduladha sebelumnya. Saat libur Iduladha awal Juni lalu, okupansi hotel justru masih rendah di hari pertama dan kedua.

“Pada tanggal 5 Juni (libur Iduladha), okupansi hanya 25,82 persen dan naik ke 49,67 persen di tanggal 6. Baru pada akhir pekan 7 Juni, okupansi menyentuh 91,27 persen,” ucapnya.

Adi menilai, karakteristik libur tahun baru Islam yang kali ini jatuh mendekati akhir pekan turut menjadi faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bandung. Selain itu, cuaca yang cenderung bersahabat serta beragamnya pilihan acara dan destinasi wisata turut mendukung lonjakan pengunjung.

"Lonjakan okupansi ini menjadi angin segar bagi industri perhotelan yang sempat lesu di awal tahun. Sejumlah pelaku usaha hotel mulai merasakan dampaknya, terutama hotel-hotel di kawasan pusat kota, Dago, Lembang dan Setiabudi," ujar dia.

Selain tingkat hunian hotel, pihaknya juga mencatat peningkatan aktivitas wisata di sejumlah destinasi. Kiara Artha Park misalnya, mencatat lebih dari 4.500 pengunjung pada 27 Juni meski sedikit menurun ke 3.639 orang pada 28 Juni.

Sementara Taman Lalu Lintas tetap konsisten dengan 400 hingga 600 pengunjung harian.


Editor : Doni Ramdhani