Lisa Pakai Outfit Tertutup, Rose BLACKPINK Dikritik Usai Gunakan Lingerie saat Konser di Jakarta
Rose BLACKPINK jadi bahan omongan netizen usai pakai lingerie saat konser di Jakarta akhir pekan kemarin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pakaian panggung Rose BLACKPINK saat tampil di Konser grup di Jakarta kini menjadi sorotan.
Di mana saat member lain terutama Lisa, memilih Outfit tertutup, Rose BLACKPINK justru malah menggunakan Lingerie.
Rose BLACKPINK sekali lagi menarik perhatian karena pilihan busananya yang berani setelah tampil di panggung mengenakan gaun slip atau Lingerie sebuah langkah yang telah menghidupkan kembali perdebatan yang dihadapinya selama Paris Fashion Week.
Setelah menyelesaikan jadwal Paris Fashion Week di awal Oktober, BLACKPINK melanjutkan tur dunia 'DEADLINE' mereka dengan dua Konser yang tiketnya terjual habis di Jakarta pada awal November.
Meskipun tur Asia relatif bebas drama dibandingkan dengan penampilan mereka di Eropa dan Amerika Utara, pilihan busana Rose BLACKPINK kembali menjadi topik hangat.
Dalam penampilan solonya, Rose tampil dalam balutan gaun Lingerie sutra putih yang halus, ringan, lapang, dan bak mimpi di bawah lampu panggung.
Dengan tali renda tipis dan rambut pirang khasnya yang tergerai bebas, Rose BLACKPINK tampak begitu anggun, nyaris bak malaikat.
Namun, Pakaian tersebut langsung menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar dan netizen tentang kepraktisan dan kesesuaiannya.
Meskipun Rose BLACKPINK mengenakan hoodie bersleting di beberapa bagian penampilannya, dia hanya tampil mengenakan gaun tersebut.
Dalam video close-up yang diambil penggemar, Rose BLACKPINK terlihat menyesuaikan ujung gaunnya secara halus untuk mencegah kecelakaan akibat angin kencang di panggung.
Meskipun memang indah, gaun itu dianggap terlalu pendek dan berisiko untuk Konser berskala sebesar itu.
Begitu foto-foto Konser di Jakarta beredar di media sosial, netizen internasional langsung berkomentar.
Beberapa mengejek, "ini kamar tidurnya atau panggung Konser?" dan "Dia langsung tidur setelah pertunjukan ini, kan?"
Yang lain mengungkapkan rasa frustrasi: "Rose butuh penata gaya baru," "Pakaiannya terlalu polos," dan "Apa tim penata gayanya menyukainya?"
Namun, banyak penggemar membela Rose BLACKPINK menekankan bahwa gaun Lingerie telah menjadi tren utama di Saint Laurent, rumah mode mewah tempat dia menjadi duta global.
Pilihannya, menurut mereka, memang disengaja, mencerminkan citranya yang minimalis namun sensual serta kolaborasinya yang berkelanjutan dengan direktur kreatif Anthony Vaccarello.
Secara gaya, gaun slip ini selaras dengan seni solo Rose BLACKPINK yaitu emosional, rapuh, dan introspektif.
Dari perspektif artistik, Pakaian ini melengkapi melodi lembut dan nada melankolisnya, menciptakan harmoni visual antara musik dan suasana hati.
Perdebatan ini mengingatkan kita pada penampilannya sebelumnya di peragaan busana Saint Laurent Musim Semi/Panas 2026 di Paris, di mana Rose BLACKPINK mengenakan gaun slip berenda biru pastel dengan selempang sutra yang berkibar.
Penampilannya pun menuai kontroversi, ada yang memuji keanggunannya yang bersahaja, sementara yang lain menganggapnya terlalu kasual untuk seorang duta global.
Para kritikus membandingkan penampilannya dengan tamu baris depan lainnya, dan meminta penampilan yang lebih mencolok.
Namun, bagi mereka yang familier dengan filosofi desain Vaccarello, gaun Lingerie ini bukanlah pilihan yang malas, melainkan sebuah pernyataan, melambangkan kebebasan, feminitas, dan sensualitas yang alami. Dengan keanggunan alaminya, Rose BLACKPINK mewujudkan estetika ini.
Namun, pilihan terbaru Rose BLACKPINK untuk mengenakan gaun slip di atas panggung mendorong filosofi tersebut hingga batas maksimal.
Tanpa sentuhan mewah layaknya penampilan runway, Pakaian panggung minimalisnya menantang norma panggung K-pop yang konservatif dan persepsi publik terhadap tren "Pakaian tidur".
Dengan demikian, Rose BLACKPINK sekali lagi membuktikan kesediaannya untuk mengambil risiko dalam dunia mode, meskipun itu berarti menghadapi gelombang kritik baru.
Pada akhirnya, entah terlihat berani atau gegabah, kegigihan Rose BLACKPINK dalam memperjuangkan visi Saint Laurent memastikan bahwa namanya tetap menjadi pusat setiap perbincangan mode global.***
Editor : Irma Nurfajri


