Lonjakan Sampah Pasca Lebaran Hanya 5 Persen, DLH KBB: Terpusat di Wilayah Wisata

Volume sampah pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Bandung Barat (KBB)  tercatat mengalami peningkatan meski tidak signifikan. 

Lonjakan Sampah Pasca Lebaran Hanya 5 Persen, DLH KBB: Terpusat di Wilayah Wisata
Volume sampah pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Bandung Barat (KBB)  tercatat mengalami peningkatan meski tidak signifikan. /INILAHKORAN-Agus Sata Negara

INILAHKORAN.ID – Volume sampah pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Bandung Barat (KBB)  tercatat mengalami peningkatan meski tidak signifikan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Adji menyebut kenaikan tersebut hanya berada di kisaran 5 persen dibandingkan hari biasa.
 
Menurutnya, peningkatan volume sampah saat momentum Lebaran sudah dapat diprediksi berdasarkan pola yang terjadi setiap tahun. 

Lonjakan biasanya terjadi dalam rentang waktu dua hari sebelum hingga lima hari setelah Hari Raya. 

“Kalau melihat pola sebelumnya, kenaikan volume sampah itu berkisar sekitar 5 persen, mulai dari H-2 sampai H+5 Lebaran,” kata Ibrahim, Rabu 25 Maret 2026.
 
Ibrahim menuturkan, penumpukan sampah umumnya terjadi di wilayah yang memiliki destinasi wisata, seperti Lembang, Cisarua, dan Parongpong. Sedangkan wilayah non-wisata tidak mengalami peningkatan yang signifikan. 

“Mayoritas sampah menumpuk di daerah wisata. Untuk mengantisipasi hal itu, kami sudah menjalin kerja sama dengan pengelola kawasan wisata, termasuk Palawi di Cikole, sebagai lokasi pengelolaan sampah dari destinasi wisata,” tuturnya.
 
Sementara itu, di kawasan perkotaan seperti Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan sekitarnya, peningkatan volume sampah juga relatif kecil dan masih dalam batas normal. 

Salah satu faktor utama yang membuat lonjakan sampah tidak terlalu tinggi adalah mobilitas masyarakat saat Lebaran yang cenderung keluar dari wilayah Bandung Barat.
 
“Pada saat Idul Fitri, banyak warga yang mudik ke daerah asal seperti Garut, Ciamis, dan daerah lainnya. Jadi justru aktivitas di Bandung Barat berkurang,” katanya.
 
Ibrahim mengungkapkan, lonjakan sampah saat Lebaran berbeda dengan momen akhir tahun yang biasanya memicu lonjakan sampah lebih tinggi. 

Pasalnya, perayaan Idulfitri dinilai tidak memberikan tekanan besar terhadap volume sampah di wilayah tersebut.
 
“Kami dari DLH Bandung Barat memastikan pengelolaan sampah selama periode Lebaran tetap berjalan optimal dan terkendali, sehingga tidak menimbulkan penumpukan yang berlebihan di berbagai titik,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana