Lula Kamal : Media Berperan Penting Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang JKN
Media massa memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai program jaminan kesehatan nasional (JKN).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Media massa memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai program jaminan kesehatan nasional (JKN). Selain menyampaikan informasi yang akurat, media juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan penyelenggara program.
Hal itu menjadi salah satu fokus dalam audiensi dan serap aspirasi yang digelar Dewan Pengawas BPJS Kesehatan bersama komunitas media lokal di Kota Bandung. Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dari unsur tokoh masyarakat, Lula Kamal dan Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan, Ropik Patriana.
Lula Kamal mengatakan, media memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program JKN. Informasi yang disampaikan media, dapat membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan dan inovasi layanan yang terus dikembangkan BPJS Kesehatan.
"Media memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program JKN. Selain berperan sebagai pemberi informasi yang akurat kepada masyarakat, media juga menjadi salah satu kanal yang mampu menangkap dan menyampaikan aspirasi publik terkait pelayanan kesehatan," kata Lula Kamal, Jumat (10/7/2026).
Dikemukakannya, media juga memiliki kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, berbagai informasi maupun keluhan yang diterima media dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program JKN.
"Media memiliki kedekatan dengan masyarakat, dan sering kali menjadi pihak pertama yang menerima berbagai masukan maupun keluhan terkait pelayanan publik. Karena itu, perspektif dari media menjadi sangat penting bagi kami untuk mendapatkan gambaran yang objektif mengenai implementasi Program JKN," ucapnya.
Melalui forum tersebut, BPJS Kesehatan menghimpun berbagai masukan dari media lokal Kota Bandung. Masukan tersebut, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan penyelenggaraan program JKN.
"Komunitas media menyampaikan pandangan mengenai efektivitas penyebarluasan informasi program JKN. Mereka juga menyoroti masih adanya tantangan literasi masyarakat, terkait hak dan kewajiban sebagai peserta," ujar dia.
Selain itu, media memberikan sejumlah masukan mengenai strategi komunikasi yang dinilai mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transformasi layanan BPJS Kesehatan. Upaya komunikasi yang tepat, diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap program JKN.
BPJS Kesehatan sendiri, terus menghadirkan berbagai inovasi layanan berbasis digital. Peserta kini dapat memanfaatkan aplikasi mobile JKN, layanan administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 0811-8165-165, serta care center 165 memperoleh informasi dan layanan administrasi.
Kemudahan layanan tersebut, diperkuat dengan perluasan jejaring fasilitas kesehatan di Jawa Barat. Saat ini, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 3.103 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), 485 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) dan 973 fasilitas kesehatan penunjang yang tersebar di berbagai wilayah.***
Editor : JakaPermana

