Maag Picu Vertigo Farhan
Beberapa hari lalu, publik dibuat terkejut ketika Wali Kota Bandung Muhammad Farhan harus digotong saat menghadiri sebuah kegiatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Beberapa hari lalu, publik dibuat terkejut ketika Wali Kota Bandung Muhammad Farhan harus digotong saat menghadiri sebuah kegiatan. Momen itu memunculkan berbagai pertanyaan tentang kondisi kesehatannya.
Kini, Farhan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Bukan karena kelelahan semata, melainkan rangkaian gangguan kesehatan yang bermula dari infeksi pada saluran pencernaan. Kondisi tersebut memicu sakit maag, yang kemudian berujung pada serangan vertigo hingga membuatnya tak mampu berdiri dan berjalan sendiri.
"Alhamdulillah, kemarin itu rupanya kondisi saya memang kurang sehat. Setelah pemeriksaan lab, ada infeksi pencernaan yang memicu maag dan maagnya itu yang memicu vertigo. Makanya sampai digotong," kata Farhan, Senin (13/7).
Farhan menggambarkan vertigo yang dialaminya membuat seluruh pandangan terasa berputar. Bola matanya terus bergerak sehingga keseimbangan tubuh hilang dan aktivitas sehari-hari tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan.
"Vertigo tidak bisa apa-apa. Bola mata bergerak terus jadi terasa berputar-putar. Dan terpaksa digotong," ujarnya.
Dokter kemudian meminta Farhan menghentikan seluruh aktivitas selama dua hari pada akhir pekan. Masa istirahat total itu dimanfaatkannya untuk memulihkan kondisi sesuai anjuran tim medis.
Di tengah proses pemulihan, ia masih sempat menyaksikan pertandingan sepak bola kesukaannya.
"Dua hari saya istirahat total pas weekend, cuma boleh nonton bola. Sayang Norwegia kalah. Tapi sekarang sudah mendingan, terima kasih atas doanya," katanya sambil tersenyum.
Meski kesehatannya berangsur membaik, aktivitas Farhan belum sepenuhnya kembali normal. Tim medis masih memintanya membatasi mobilitas sehingga untuk sementara ia belum diperbolehkan menjalani agenda yang jauh dari Pendopo Kota Bandung.
"Namun masih diawasi, jadi kegiatan saya belum boleh jauh-jauh dari pendopo," tuturnya.
Kondisi tersebut, kata Farhan, tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan. Sejumlah agenda strategis tetap menjadi prioritas dan akan segera dibahas bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung.
Dalam waktu dekat, ia berencana mengumpulkan seluruh perangkat daerah di Pendopo untuk mengevaluasi berbagai program penataan kota, mulai dari penertiban bando reklame, bangunan liar, kabel udara, hingga persoalan perkotaan lainnya.
"Besok saya akan kumpulkan teman-teman di pendopo untuk update Kota Bandung, khususnya penertiban bando reklame, bangunan liar, kabel udara dan lainnya," tegasnya. (yogo triastopo/gin)
Editor : Inilahkoran

