BPBD Buka Layanan Kekeringan
Keran yang mulai seret mengalir sering kali menjadi tanda pertama datangnya musim kemarau.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cimahi - Keran yang mulai seret mengalir sering kali menjadi tanda pertama datangnya musim kemarau.
Bagi sebagian warga, itu bukan sekadar gangguan sesaat, melainkan awal dari kekhawatiran akan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi membuka saluran pelaporan bagi masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama masa Siaga Kekeringan.
Setiap laporan yang diterima akan menjadi dasar koordinasi dengan berbagai instansi agar bantuan dapat disalurkan secepat mungkin kepada wilayah yang terdampak.
Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, meminta masyarakat tidak menunggu hingga kondisi semakin parah sebelum menyampaikan laporan.
"Selama status siaga berlaku, silakan laporkan langsung ke BPBD agar kami segera tindak lanjuti bersama instansi terkait," kata Fithriandy, Senin (13/7).
Menurutnya, kecepatan menerima informasi dari masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan penanganan dampak kekeringan.
"Respons cepat menjadi kunci agar dampak kekeringan bisa kami tekan seminimal mungkin," sambungnya.
Di balik upaya tersebut, BPBD Cimahi juga menghadapi keterbatasan. Hingga kini, instansi itu belum memiliki armada truk tangki air sendiri, sehingga distribusi bantuan masih bergantung pada kerja sama dengan pihak ketiga.
Karena itu, BPBD tengah memperkuat kemitraan resmi dengan penyedia jasa distribusi air agar penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat apabila wilayah terdampak terus bertambah.
Selain menyiapkan langkah darurat, pemerintah juga mengajak masyarakat ikut berperan menghadapi musim kemarau.
Fithriandy mengimbau warga mulai menghemat penggunaan air, memeriksa kondisi toren, serta memastikan tempat penampungan air di lingkungan masing-masing siap digunakan sebagai cadangan ketika pasokan mulai berkurang.
"Selain mengandalkan bantuan pemerintah, warga juga diimbau menghemat pemakaian air dan memastikan toren," ujarnya.
"Termasuk penampungan komunal siap menampung cadangan guna mengantisipasi hari-hari ke depan yang makin kering," tegasnya. (agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran

