Macet Parah, Antrean Kendaraan Memanjang ke Arah Kawasan Wisata Lembang

Liibur sekolah yang bertepatan dengan akhir pekan membuat volume kendaraan menuju kawasan wisata Lembang membludak dan menyebabkan kemacetan

Macet Parah, Antrean Kendaraan Memanjang ke Arah Kawasan Wisata Lembang
Antrean kendaraan terlihat memanjang di kawasan wisata KBB, dari arah Cisarua-Parongpong-Lembang, Sabtu (4/7/2026). Libur sekolah yang bertepatan dengan akhir pekan memperparah volume kendaraan menuju kawasan objek wisata Lembang. Foto Agus Satia Negara/Inilahkoran

INILAHKORAN.ID  - kemacetan arus lalu lintas di momen libur panjang akhir pekan terjadi di jalur wisata Cisarua hingga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (4/7/2026) siang.

Pantauan di sepanjang Jalan Cisarua - Parongpong - Lembang, kemacetan kendaraan mengular sekitar 20 kilometer. Bahkan, di sejumlah titik pertigaan kendaraan nyaris tak bergera.

Kondisi tersebut membuat sejumlah wisatawan memilih untuk memutar balik kendaraan untuk mencari alternatif wisata.

Abdul Kholil (37), warga Padalarang ini lebih memilih untuk memutar balik kendaraannya mencari destinasi wisata yang tidak menghabiskan waktu perjalanan.

"Saya tadinya mau ke Lembang, tapi karena macet parah begini lebih baik puter balik nyari wisata lain," kata Abdul saat ditemui di Parongpong.

Abdul mengaku, dirinya berencana mengunjungi objek wisata Dusun Bambu atau Nice Park di Jalan Kolonel Masturi. Menurutnya, jalur menuju kawasan tersebut masih bisa dilalui dengan mudah oleh kendaraan roda dua miliknya.

"Paling cari-cari wisata yang gampang aja, dan macetnya juga gak terlalu parah. Soalnya kalau dilanjutin ke Lembang udah males. Saya nanti kalau enggak ke Dusun Bambu paling ke Nice Park," ucapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Amalia (35) pengunjung dari Cimahi yang mengaku berencana wisata ke Cikole. Lantaran kondisi arus lalu lintas yang padat merayap, ia memutuskan untuk berwisata kuliner ke wilayah Kota Bandung.

"Kalau macet gini jadi males, mungkin wisata kuliner aja. Tadinya saya mau main ke Cikole buat wisata alam," kata Amalia.

Ia menyebut, salah satu faktor pemicu kemacetan tersebut maraknya bus-bus wisata yang nekat masuk Jalan Kolonel Masturi atau Kolmas.

"Bukannya bus itu dilarang masuk ke kawasan jalan ini (Kolmas) dengan ukuran besar dan lebar bus wisata kan pasti bikin akses jalan sempit di Kolmas bikin macet," sebutnya.

Amalia berharap pemerintah dan petugas berwenang bisa memberikan tindakan tegas dan mengambil kebijakan yang jelas tentang boleh atau tidaknya bus melewati jalur sempit di Jalan Kolmas.

"Harusnya ada kejelasan dan tindakan tegas, boleh gak bus lewat sini (Jalan Kolmas) sebenarnya," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti