Malik dan Kursi Roda yang Menjaga Cita-cita

BAGI Malik, kursi roda tak sekadar alat penunjang mobilitas ketika bersekolah. Itu seperti cahaya yang membuat semangatnya mengejar cita-cita tetap menyala.

Malik dan Kursi Roda yang Menjaga Cita-cita
BANTUAN: Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya saat menyerahkan bantuan berupa kursi roda kepada Muhamad Malik, siswa kelas 1 SDN Sindanggalih.

Muhammad Malik tersenyum ketika para perwakilan Dinas Pendidikan Tasikmalaya mengunjunginya, Selasa (28/7). Hal yang dia tunggu-tunggu itu akhirnya dating juga.

Malik mendapatkan bantuan berupa kursi roda yang nantinya digunakan untuk mengikuti seluruh kegiatan belajar mengajar di SDN Sindanggalih, Kecamatan Tamansari.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, mengatakan penyerahan bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai kondisi Malik. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Kami pastikan, pendidikan itu menjadi hak seluruh anak,” ujar Rojab, Selasa (28/7).

Ia menegaskan kehadiran pemerintah bertujuan memberikan dukungan sesuai kebutuhan peserta didik agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik dan nyaman.

“Kehadiran ini untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan agar setiap anak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan nyaman,” katanya.

Rojab berharap kursi roda tersebut dapat membantu mobilitas Malik sehingga semangat belajarnya tetap terjaga. Dinas Pendidikan juga memastikan Malik akan terus mendapatkan pendampingan selama menjalani kegiatan belajar di sekolah.

“Tentu kami berharap mobilitas Malik terbantu, semangat belajarnya harus tetap terjaga,” ucapnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan terus mendorong seluruh satuan pendidikan agar lebih peka terhadap kondisi peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan. Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan memudahkan aktivitas Malik, baik di sekolah maupun di rumah,” tambahnya.

Sementara itu, Winarni, wali kelas 1C SDN Sindanggalih, mengatakan Malik mampu mengikuti pembelajaran seperti siswa lainnya. Menurutnya, kendala yang dihadapi lebih kepada kondisi pertumbuhan fisik, bukan kemampuan akademik.

“Secara akademik saat mengikuti pembelajaran selama dua minggu ini dia sama seperti teman-temannya, tidak ada hambatan. Hanya saja memang terkendala dari pertumbuhan kondisi fisik,” kata Winarni.

Rasa syukur juga disampaikan ibu Malik, Ariana Kurniati. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi putranya dan keluarga.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kursi roda ini sangat bermanfaat bagi anak kami dan keluarga. Mudah-mudahan Malik bisa semakin semangat belajar dan meraih cita-citanya,” ujar Ariana.

(nunung nurohman)


Editor : Inilahkoran