MAN UNITED 0-1 MAN CITY: SUNYI DI TEATER MIMPI

KEKALAHAN tipis dari Manchester City tidak hanya menyakitkan secara statistik, tetapi juga mengoyak perasaan para penggawa Manchester United akibat gol offside.

MAN UNITED 0-1 MAN CITY: SUNYI DI TEATER MIMPI
Foto: Net

Oleh: Bsafaat

Derby Manchester selalu menjadi panggung di mana emosi meluap melampaui batas lapangan hijau. Namun, laga ke-199 di Old Trafford, Minggu (13/9) malam WIB, meninggalkan rasa sesak yang berbeda bagi para pendukung Setan Merah.

Kekalahan tipis 0-1 dari Manchester City lewat gol tunggal Erling Haaland pada menit ke-60 bukan sekadar masalah kehilangan tiga poin, melainkan tentang runtuhnya ekspektasi di tengah badai kontroversi.

Bagi jutaan pasang mata fans Setan Merah, malam itu terasa berjalan sempurna pada awalnya. Sorak-sorai membumbung tinggi ketika Phil Foden dikartu merah pada menit ke-23, memberi United keunggulan jumlah pemain selama lebih dari 70 menit.

Ada keyakinan membuncah di tribun penonton bahwa arus di kota Manchester akhirnya akan kembali berwarna merah di bawah arahan manajer Michael Carrick. Namun, takdir sepak bola sering kali ditulis lewat tinta yang kejam.

Momen paling mengiris hati terjadi saat umpan silang Joško Gvardiol meluncur ke kotak penalti United. Di sana, Enzo Fernandez yang berdiri dalam posisi offside melompat aktif untuk menyundul bola.

Pergerakan itu memicu reaksi panik dari Lisandro Martínez dan kiper Senne Lammens, sebelum bola bergulir ke kaki Haaland yang bebas tak terkawal untuk mencetak gol.

Hakim garis sempat mengangkat bendera offside.

Secercah harapan sempat singgah di benak suporter tuan rumah. Namun, setelah intervensi panjang dari Asisten Wasit Video (VAR), gol tersebut secara kontroversial disahkan karena Enzo dianggap tidak menyentuh bola.

Rasa frustrasi kian berlipat ketika badan wasit profesional Inggris (Pro Ref ) secara terbuka mengakui kesalahan penilaian tersebut beberapa jam setelah laga usai. Namun, pengakuan itu tidak akan pernah bisa mengubah papan skor, pun tidak bisa menghapus air mata para pendukung setianya.

“Kami merasa sangat frustrasi,” ujar Youri Tielemans mencerminkan kepedihan ruang ganti United.

Perasaan terluka juga tampak jelas pada Lisandro Martínez yang merasa timnya tidak mendapatkan keadilan yang layak mereka terima di rumah mereka sendiri.

“Ini benar-benar memalukan dan menyakitkan,” ujarnya.

Sementara itu Manajer MU Michael Carrick mengaku bingung lihat gol itu. Saat bola umpan silang dari Josko Gvardiol di sisi kiri meluncur ke arah Haaland di tiang jauh, ada Enzo Fernandez yang berada dalam posisi offside. Fernandez juga bukannya diam saja atau cuek terhadap bola itu, ia berusaha menyundul.

Dalam aturan sepakbola, itu bisa dianggap sebagai ikut campur dalam permainan dan menjadikannya offside meski tak menyentuh bola.

Maka ketika Premier League mengeluarkan pernyataan bahwa gelandang Man City itu tak sempat menyentuh bola sehingga tidak dinyatakan offside, poin soal ikut campur atau mengganggu alur permainan tadi diangkat dan dibicarakan.

Menjadi kian mengherankan ketika keputusan hakim garis sebenarnya offside, lalu VAR mengubahnya menjadi onside dan gol itu sah.

“Saya bingung. Kita sudah menerapkan sistem di permainan ini sekarang.

Kita punya orang-orang di ruang-ruangannya, dengan semua layar untuk keputusan semacam ini,” ungkap Carrick menanggapi pernyataan Premier League.

“Lebih mengkhawatirkan lagi kalau itu adalah interpretasi akan sepakbola sekarang. Kalau itu adalah pemaknaan atas tidak ikut campur dalam permainan, maka itu sangat mengkhawatirkan bagi saya. Itu penjelasan yang mencengangkan.” (bsf )

DATA FAKTA | Waktu: Minggu (14/9) ; Kick Off Pukul 22.30 WIB | Tempat: Stadion Old Trafford, Manchester | Wasit: M Oliver | Man of the Match: Erling Haaland Pencetak Gol: Man United (-) ; Man City (Erling Haaland 60’) | Kartu Kuning: Man United (Maguire) ; Man City (Gvardiol, Fernandez, Merescaa) | Kartu Merah: Man United (-) ; Man City (Foden)


Editor : Inilahkoran