Mantan Ketua Dewan Desak BUMD Sakit Segera Dievaluasi

Mantan Ketua DPRD Kota Cirebon mendesak Pemkot dan DPRD memperketat pengawasan BUMD yang terus merugi

Mantan Ketua Dewan Desak BUMD Sakit Segera Dievaluasi
Mantan Ketua DPRD Kota Cirebon Suryana menyoroti kinerja BUMD yang dinilai terus merugi dan meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi serta langkah tegas.

INILAHKORAN.ID – Kondisi sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cirebon mendapat sorotan tajam dari mantan Ketua DPRD Kota Cirebon periode 1991–2004, Suryana.

Suryana mendesak Pemerintah Kota Cirebon bersama DPRD memperketat pengawasan terhadap kinerja BUMD. Menurutnya, perusahaan daerah semestinya mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan justru terus membebani keuangan daerah.

Ia menilai kondisi Perumda Pembangunan dan Perumda Farmasi sudah cukup memprihatinkan karena terus mengalami kerugian dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“DPRD jangan hanya menjadi penonton. Fungsi pengawasan harus benar-benar dijalankan, termasuk mengevaluasi kinerja direksi dan memastikan setiap penyertaan modal daerah memberikan hasil bagi masyarakat,” ujar Suryana, Jumat (7/8/2026)\.

Menurutnya, pemerintah daerah harus berani mengambil langkah tegas terhadap BUMD yang tidak menunjukkan prospek perbaikan. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui restrukturisasi hingga penutupan perusahaan apabila kondisi keuangan tidak lagi memungkinkan untuk dipertahankan.

“Kalau memang terus merugi dan tidak ada prospek untuk diperbaiki, jangan dibiarkan. Harus ada keberanian untuk melakukan restrukturisasi, bahkan kalau perlu diamputasi agar tidak terus menjadi beban keuangan daerah,” ungkapnya.

Suryana berharap Pemkot Cirebon dan DPRD segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh BUMD. evaluasi diperlukan untuk memastikan perusahaan daerah dikelola secara sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD.

Dia melihat, sorotan terhadap BUMD tersebut mencuat di tengah kondisi sejumlah perusahaan daerah yang disebut sedang mengalami masalah keuangan. Bahkan, terdapat BUMD yang telah melakukan langkah efisiensi hingga merumahkan sebagian pegawainya.

Dia menambahlan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, apabila tidak segera dilakukan pembenahan, BUMD yang semestinya menjadi sumber pendapatan justru dikhawatirkan terus menggerogoti anggaran dan menjadi beban APBD Kota Cirebon.

“Jangan sampai BUMD yang seharusnya menjadi sumber pendapatan justru menjadi beban APBD. Karena itu, harus segera dibenahi dan dievaluasi,” pungkasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti