Mantap, di Kabupaten Cirebon Pengidap Covid-19 Tinggal 130 Orang
Bupati Cirebon Imron menyatakan kasus aktif Covid-19 terus menurun. Dari 2.000 lebih, kini tinggal 130 kasus aktif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Bupati Cirebon Imron menyatakan kasus kumulatif aktif Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus mengalami penurunan. Dari 2.000 lebih kasus aktif, kini hanya ada 130 kasus saja.
Menurutnya, data tersebut dari laporan Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kabupaten Cirebon. Tercatat, dari 130 warga yang terkonfirmasi positif virus Corona, sebanyak 44 menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 86 lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah.
"Alhamdulillah sudah mulai ada penurunan yang cukup signifikan," kata Imron, Minggu, 5 September 2021.
Imron menjelaskan, hingga hari Minggu ini, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sudah menembus angka 24.132. Dari jumlah tersebut, 23.126 orang sudah sembuh dan 876 meninggal dunia.
Baca Juga: Anggota Komisi III DPRD Ciebon Berang, Tuding PT VCI Kebal Hukum
“Mudah-mudahan kasus semakin turun. Ini artinya, pelaksanaan PPKM di Kabupaten Cirebon, efektif menurunkan laju kasus. Besok juga PTM akan segera dimulai" ungkap Imron.
Meskipun begitu, kata Imron, seluruh masyarakat di Kabupaten Cirebon jangan terlena dengan adanya penurunan kasus. Alasannya karena masih ada varian delta bisa menyebt menyebar. Menjalankan protokol kesehatan, menjadi satu satunya cara mencegah penularana corona.
"Intinya, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan lupa kalau ada panggilan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 harus segera ikut," jelasnya.
Baca Juga: Kabupaten Cirebon Harusnya Masuk PPKM Level 1, Rata-rata Desa Sudah Zona Hijau
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, mengatakan, jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit hanya berada di angka 11,79 persen atau 64 dari 543. Angka tersebut termasuk 10 terendah di Jawa Barat. Sedangkan, tingkat keterisian paling tinggi ada di Kota Banjar sebanyak 48,96 persen.
"Bahkan, rusunawa UGJ yang dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri juga tingkat huniannya sangat rendah. Termasuk stok oksigen juga sangat aman," pungkasnya. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


