Mantap, Ekskul Angklung di SLBN Cicendo Bandung Tampil di HDI 2021
Ekstrakurikuler Angklung SLB Negeri Cicendo diberikan sebuah kehormatan untuk tampil di peringatan Hari Disablitias Internasional (HDI) 2021
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN- Ekstrakurikuler Angklung SLB Negeri Cicendo diberikan sebuah kehormatan untuk tampil di peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang digelar di Kemdikbudristek.
Mereka memainkan angklung dihadapan petinggi Kemdikbudristek, guru dan siswa lainnya. Ada sejumlah lagu yang mereka mainkan, seperti lagu Potret dengan judul "Bunda", dan D'Masiv dengan judul "Jangan Menyerah.
"Ada 21 siswa-siswi yang mengikuti dalam kegiatan ini. Ini adalah bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anak-anak penyandang disabilitas, khususnya sahabat tuli.
Itu bagian dari hasil proses belajar yang kami lakukan terhadap anak-anak," Kepala SLBN Cicendo Kota Bandung Wawan Selasa 14 Desember 2021.
Baca Juga: Intibios Laboratorium Klinik dan Farmasi Bandung Kembangkan Pelayanan Terintegrasi
Dia menyebutkan, mereka sangat senang bisa memainkan angklung dihadapan orang-orang penting. Apalagi pemerintah memberikan apresiasi dengan anak-anak disabilitas dengan tampil di forum terhormat.
Bukan hanya forum terhormat, lanjut dia, tetapi juga ada forum guru ilmiah. Mereka merasa terhormat dan tentunya akan sangat bergembira. Semua fasilitas diterima oleh mereka, mulai dari transport, akomodasi, menginap di hotel, termasuk untuk menikmati sarana dan prasana hotel mereka nikmati.
"Selain itu, mereka juga diberikan uang jajan dari pihak Kementrian. Saya sangat berterimakasih kepada kementrian, yang telah mengundang kami," ucapnya.
Sebagai catatan, angklung adalah salah satu ekstrakurikuler di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung. Kegiatan ini sudah ada sejak 1980-an lalu. Tapi, memang ada pasang-surut dari aktivitas ekstrakurikuler ini.
Baca Juga: Daftar Harga Tiket Spider-Man: No Way Home
Untuk membawakan lagu menjadi sebuah harmoni yang indah, tentu bukan hal mudah. Apalagi, mereka tidak bisa mendengar. Sehingga, mereka pun tak tahu bagaimana bunyi angklung yang dimainkan.
"Angklung di SLBN Cicendo bagian dari ekskul prioritas kami yang ditawarkan pada peserta didik kami, dan biasa dilakukan oleh anak-anak," ucapnya. (Okky Adiana)***
Editor : inilahkoran


