Masih Gelap, Kemanakah Kaburnya Otak Pelaku Pembunuhan Warga Kamerun di Bogor?
Polsek Babakan Madang bersama Sat Reskrim dan Tim Resmob Polres Bogor masih mengejar dua orang otak palaku pembunuhan warga Kamerun, STR (45).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong – Polsek Babakan Madang bersama Sat Reskrim dan Tim Resmob Polres Bogor masih mengejar dua orang otak palaku pembunuhan warga Kamerun, STR (45).
Kedua orang tersebut adalah EF dan A. Keduanya adalah kepingan puzzle terakhir dari dugaan perkara pembunuhan berencana tersebut.
“Saat ini, kami masih mengejar dua orang pelaku EF dan A. Untuk EF, dia adalah otak pembunuhan STR,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara kepada wartawan di Cibinong, Rabu (18/6).
Teguh menerangkan, bahwa total jumlah pelaku pembunuhan ada tujuh orang. Lima orang di antaranya sebagai eksekutor sudah diamankan di berbagai wilayah hukum di luar wilayah Bogor, antara lain Polda Bali, Polda NTT, Polda Sumatera Utara dan Polda Sumatera Barat.
Kapolsek Babakan Madang AKP Anggi Eko Prasetyo menuturkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para eksekutor, diketahui perhiasan emas atau lainnya yang dipakai pelaku sudah dijual dan uang belasan hingga puluhan juta tersebut, dibagi-bagi kepada para pelaku.
“Barang-barang korban STR seperti kalung emas dan lainnya dijual dan dikumpulkan. Lalu uangnya dibelikan tiket dan ada bekal juga buat pelaku selama pelarian,” tuturnya.
Anggi menjelaskan perkara dugaan pembunuhan berencana ini berawal dari hutang piutang antara korban STR, dengan EF yang juga pemilik mobil tempat korban dieksekusi.
“Untuk jumlah hutang korban STR ke pelaku EF, masih misteri. Sebab, EF selaku pihak yang memberikan pinjaman kepada korban, belum tertangkap,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota tersebut.
Jasad STR, eksportir barang-barang produk Indonesia, ditemukan warga dekat tempat pembuangan sampah di Kampung Bangkong Reang, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Minggu (4/5) sekitar pukul 10.00 WIB.
STR meninggalkan keluarga sehari sebelumnya untuk sebuah urusan. Tapi, setelah semalaman tak pulang, keluarganya resah dan melaporkan kepada pihak kepolisian sampai akhirnya jasadnya ditemukan. (reza zurifwan/ing)
Editor : Zulfirman


