Masyarakat Diminta Tidak Panik Saat Alami Chikungunya
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Anhar Hadian mengimbau, masyarakat agar tidak panik terkait penyakit chikungunya yang kini meningkat di sejumlah daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Anhar Hadian mengimbau, masyarakat agar tidak panik terkait penyakit chikungunya yang kini meningkat di sejumlah daerah.
"Masyarakat tidak perlu panik sebenarnya, karena chikungunya penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya dan tidak menyebabkan kematian," kata Anhar Hadian pada Selasa 4 Februari 2025.
Dijelaskan ia, chikungunya ditandai dengan gejala nyeri pada sendi yang disertai demam. Umumnya gejala dari penyakit ini, baru muncul setelah lima hari gigitan nyamuk terjadi.
Gejala awal yang biasanya muncul, dituturkan ia adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba disertai nyeri pada sendi. Pada beberapa kasus, kelemahan pada otot dan sendi juga bisa terjadi.
"Selain dampak kepada sakit, berdampak terhadapa sosial, ekonomi sampai dampak lainnya. Karena keluarga jadi ikut repot, apalagi rasa sakit yang ditimbulkan sangat luar biasa," ucapnya.
Apabila menghadapi kondisi tersebut, hemat Anhar harus segera ditangai agar tidak menyebabkan komplikasi. Masyarakat dengan segera melakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan.
"Kalau di daerah tersebut banyak kasus chikungunya, segera laporkan. Kalau pun sudah banyak kasus, boleh meminta fogging. Karena fogging itu tujuannya membunuh nyamuk dewasa. Tapi PSNnya juga harus tetap dilaksanakan,” ujar dia. ***
Editor : Ahmad Sayuti

