Mau Nonton Persib di GBLA saat Turnamen Piala Presiden 2022, Ini Syaratnya
koordinator Panpel Persib Bandung Budi Bram menuyebutkan stadion GBLA hanya bisa dipakai 75 persen dari kapasitas total
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - General Coordinator Panpel Persib Bandung, Budi Bram Rachman mengungkapkan rasa leganya. Pasalnya, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bisa digunakan untuk penyelenggaraan babak penyisihan grup C Piala Presiden 2022.
Dari hasil koordinasi yang telah dilakukan dengan berbagai pihak, seperti Pemerintah Kota Bandung dan pihak Kepolisian, Stadion GBLA akhirnya mendapatkan persetujuan untuk bisa digunakan Piala Presiden 2022.
Hanya saja, dikatakan Budi Bram, Stadion GBLA tidak bisa digunakan secara keseluruhan. Sesuai dengan keputusan, penonton yang hadir hanya sebanyak 75 persen dari kapasitas Stadion.
Baca Juga: Absen di Piala Presiden 2022, Ini Ungkapan Kesedihan Teja Paku Alam dan Harapan untuk Persib
"Kami koordinasi dengan pihak keamanan dan kepolisian, nanti teknisnya kan ada tribune atas atau bawah. Mungkin nanti hanya akan digunakan tribune yang dibawah saja," kata Budi Bram di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu 8 Juni 2022.
Budi Bram pun mengaku akan mempersiapkan layar lebar sebagai salah satu opsi apabila terjadi penumpukan di Stadion. Namun teknisnya, akan diserahkan kepada pihak kepolisian.
"Kita juga berpesan karena kita masih dalam masa pandemi, jadi tetap diharapkan penonton yang yang hadir ke Stadion menjaga prokes seperti menggunakan masker di dalam Stadion dan luar. Untuk yang pembeli tiket secara online karena aturan dari liga harus online karena terintegrasi dengan peduli lindungi," tuturnya.
Baca Juga: Akhirnya....Persib Bandung Bisa Juga Main di Stadion GBLA, Dimulai dari Piala Presiden 2022
Selain itu, lanjutnya, para penonton juga diharapkan untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang. Seperti kamera profesional.
"Nanti akan ada sweeping di pintu masuk, makannya diimbau untuk tidak membawa kamera profesional," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : inilahkoran


