Melalui Komunita, Kemenkeu Genjot Literasi Keuangan Generasi Muda

Guna meningkatkan pemahaman generasi muda akan literasi keuangan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar acara Komunita Meet Up! Chapter Bandung yang bertajuk Asean Matters Epicentrum of Growth di Gedung Dhanadyaksa, Jalan Dipatiukur, Sabtu (18/2/2023).

Melalui Komunita, Kemenkeu Genjot Literasi Keuangan Generasi Muda
Guna meningkatkan pemahaman generasi muda akan literasi keuangan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar acara Komunita Meet Up! Chapter Bandung yang bertajuk Asean Matters Epicentrum of Growth di Gedung Dhanadyaksa, Jalan Dipatiukur, Sabtu (18/2/2023).

INILAHKORAN, Bandung - Guna meningkatkan pemahaman generasi muda akan literasi keuangan, Kementerian keuangan (kemenkeu) menggelar acara komunita Meet Up! Chapter Bandung yang bertajuk Asean Matters Epicentrum of Growth di Gedung Dhanadyaksa, Jalan Dipatiukur, Sabtu (18/2/2023).

Direktur PNBP SDA dan KND Direktorat Jenderal Anggaran kemenkeu Rahayu Puspasari yang juga founder Komunitas UangKita (komunita) mengatakan, komunitas ini adalah wadah yang dibuat untuk meningkatkan kepedulian kawula muda terhadap keuangan negara.

Dimana harapannya, anak muda berusia 18-25 tahun dapat memiliki wawasan lebih terkait keuangan, baik mengenai perpajakan, investasi, pembiayan dan lain-lain, melalui komunita yang dibentuk kemenkeu sejak 2021 lalu.

"Alhamdulillah sampai hari ini berkembang bagus, sudah 3300an (anggota) di seluruh Indonesia dan top city-nya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Bali. Kita berharap dari komunitas ini lahir spirit baru dari anak muda untuk lebih paham akan keuangan negara dan mereka bisa menjadi agen yang menyuarakan," ujarnya.

"Tahun pertama ada 3300an se Indonesia. Jawa Barat member ada 120an untuk awal. Ini kan bertumbuh, jadi kita berharap makin bagus lagi. Dari sini kita harapkan mereka lebih awal dan lebih dulu paham mengenai keuangan negara, karena sebentar lagi mereka kerja. Berkecimpung di dunia nyata dengan karya mereka," imbuhnya.

Puspa melanjutkan, agenda yang digelar kali ini dalam rangka mendorong anak-anak muda untuk memahami isu terkini di skala Asean, khususnya mengenai peran Indonesia pada Asean Chairmanship. Dimana dia berharap, generasi muda mendapatkan wawasan lebih akan dinamika global saat ini.

"Ini salah satu kegiatan komunita Meet Up. Ada banyak kegiatan didalam komunita. komunita Meet Up, area berbincang-bincang dengan spesifik topik yang kali ini mengangkat tentang Asean Chairmanship. Kenapa kita angkat isu ini, karena memang sekarang sedang berlangsung. Disitu peran Indonesia sebagai ketetuaan itu berulang seperti G20, dimana memimpin forum Asean. Ini penting, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian sekarang. Peran dari Indo-Pasifik itu matters masih penting untuk stabilitas dan isu perdamaiannya" ucapnya.

"Ketika Asean masih menjadi episentrum pertumbuhan dan Indonesia memimpin, maka agenda priority economic believable itu akan diarahkan pada effort untuk meningkatkan pertumbuhan di Asean. Menurut saya dengan demikian maka butuh dukungan dari masyarakat Indonesia. Nah, 70 persen masyarakat Indonesia anak muda, jadi justru disitu kita mencoba mendorong anak muda untuk tahu lebih dulu dan kemudian ikut menyuarakan, mempromosikan tentang Asean ini," sambungnya.

Kepala Kantor Wilayah DJPB kemenkeu Jawa Barat Heru Pudyo Nugroho menambahkan, pihaknya memastikan komunita akan terus berlanjut, dengan mendalami pelbagai tema sesuai isu yang terjadi pada saat ini. Dia berharap, melalui kegiatan ini dapat memperkokoh pondasi pengetahuan generasi muda yang akan menjadi ujung tombak Indonesia di masa depan.

"Intinya bagaimana kita me-maintain apa yang sudah kita inisiasi hari ini, menjalani engagement dengan kaum muda di Bandung yang tergabung dalam komunita dan akan terus berlanjut. Momennya bukan hanya terkait dengan isu Asean. Tentunya kaum muda di Bandung juga lebih paham terkait dengan konteks isu lokal, regional di Jawa Barat," tambahnya.

"Bagaimana alokasi APBN yang sedemikian besar, 65 persen kalau ngomongin alokasi keuangan di Jawa Barat disumbang oleh APBN. 65 persen, Rp114 triliun di 2023. Nah ini bagaimana generasi muda ikut ambil bagian disana, memahami untuk sama-sama mengawal sisi akuntabilitas, apa yang bisa menjadi domain generasi muda yang bisa dilibatin dari alokasi APBN gede tadi di Jawa Barat. Nah nanti akan kita follow up," tandasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana