Membaca Dunia Tanpa Mengenal Sekat

SETIAP anak berhak menemukan pengetahuan. Perpustakaan Cimahi mencoba membuka jalan seluas-luasnya.

Membaca Dunia Tanpa Mengenal Sekat
RUANG LITERASI: Perpustakaan Kota Cimahi terus membuka ruang literasi yang ramah, aman dan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas dan pelajar SLB. Kunjungan ke perpustakaan diharapkan dapat memicu minat baca.

Oleh: Agus Satia Negara

Pintu perpustakaan semestinya tidak mengenal batas. Siapa pun berhak datang, membaca, belajar, dan menemukan pengetahuan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun kebutuhan belajar yang berbeda.

Prinsip itulah yang terus dijaga Perpustakaan Kota Cimahi. Ruang literasi tersebut berupaya menjadi tempat yang ramah dan inklusif bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas dan pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB).

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi Diah Ajuni Lukitosari mengatakan, perpustakaan bukan ruang milik kelompok tertentu. Ia terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan memperluas pengetahuan.

"Keterbukaan ini terlihat dari rutinnya kunjungan berbagai sekolah, termasuk SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi yang datang berkunjung untuk memanfaatkan fasilitas dan koleksi yang tersedia," kata Diah, Rabu (19/8). 

Bagi para pelajar, kunjungan ke perpustakaan bukan sekadar perjalanan menuju rak-rak buku. Ada pengalaman baru yang ingin dibangun: mengenal ruang, menemukan bacaan, bertanya, dan perlahan menumbuhkan rasa ingin tahu.

Karena itu, Diah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi sekolah untuk membawa para siswa berkunjung ke Perpustakaan Kota Cimahi. Semakin banyak anak yang datang, semakin luas pula kesempatan literasi menjangkau mereka.

"Untuk saat ini kita buka di sekolah-sekolah yang akan berkunjung ke perpustakaan. Jadi misi kami di perpustakaan itu adalah sebanyak-banyaknya masyarakat, pelajar terutama mau berkunjung ke perpustakaan," ujarnya.

Perpustakaan pun tidak ingin berhenti sebagai tempat membaca atau meminjam buku. Kunjungan diharapkan menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan membaca, memperluas wawasan, sekaligus membentuk karakter anak.

"Di mana pada akhirnya kan membentuk karakter anak-anak itu yang memang lebih berkualitas," katanya.

Kehadiran siswa SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi menjadi salah satu gambaran, ruang literasi dapat dinikmati siapa saja. Perbedaan kondisi fisik tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk kehilangan kesempatan memperoleh pengetahuan.

Untuk membuat kunjungan semakin menarik, Perpustakaan Kota Cimahi juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif. Salah satunya Tour Library Fantastik, program yang dirilis dalam rangkaian peringatan ulang tahun Kota Cimahi.

Program tersebut berlangsung setiap Senin hingga Rabu. Pengunjung diajak berkeliling untuk mengenal ruang, fasilitas, koleksi, dan berbagai layanan yang tersedia.

"Pengunjung perpustakaan itu diajak tur perpustakaan untuk mengenal apa yang ada di perpustakaan ini, seperti layanan-layanan yang ada, dan memanfaatkan layanan-layanan yang ada di perpustakaan," imbuhnya.

Namun, perjalanan itu tidak berhenti di dalam gedung perpustakaan. Melalui program tersebut, pengunjung juga diajak mengenal sejarah Kota Cimahi.

Perpustakaan memperkenalkan 12 bangunan bersejarah atau heritage yang menjadi bagian dari jejak perjalanan kota. Pengetahuan tentang kota tempat mereka tinggal dihadirkan berdampingan dengan pengetahuan yang tersimpan di dalam buku. (gin)


Editor : Inilahkoran