Mengenal Sejarah Manusia di Bale Indung Rahayu Purwakarta

Pemkab Purwakarta menyulap sejumlah bangunan milik pemerintah menjadi fasilitas publik yang bisa dipakai untuk rekreasi sekaligus sarana edukasi. Misalnya menjadikan museum dengan konsep digital yang diberi nama Diorama.

Mengenal Sejarah Manusia di Bale Indung Rahayu Purwakarta
Foto: INILAH/Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta menyulap sejumlah bangunan milik pemerintah menjadi fasilitas publik yang bisa dipakai untuk rekreasi sekaligus sarana edukasi. Misalnya menjadikan museum dengan konsep digital yang diberi nama Diorama.

Fasilitas publik berbasis pariwisata edukasi ini, ada di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta. Bale Indung Rahayu, sebutan diorama yang lokasinya tak jauh dari kawasan perkantoran Pemkab Purwakarta.

Di museum digital ini, pengunjung bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai sejarah peradaban manusia, di antaranya proses perjalanan kehidupan manusia dari dalam kandungan sampai akhir hayat.

Kasie Promosi Wisata, Bidang Pariwisata, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta Acep Yulimulya menuturkan, di diorama ini ada beberapa ruangan. Setiap ruangan berisi penjelasan mengenai kisah-kisah, dimulai dengan cerita ungkapan Sunda yang sering mengiringi seorang ibu ketika hamil dan melahirkan.

“Di ruangan lainnya, ada sejarah ketika anak sudah lahir, fase anak bermain, beranjak dewasa hingga terakhir ke ruangan atau bale yang menceritakan setelah meninggal,” ujar Acep kepada wartawan, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, di dalam ruangan ini juga diisi dengan sejumlah permainan anak khas Sunda tempo dulu. Bentuknya ada yang berupa lukisan, foto, hingga beberapa bentuk fisik yang bisa dimainkan seperti congklak. Namun ada pula beberapa jenis permainan yang hanya dipajang dan tidak boleh dimainkan.

“Di sini juga terdapat ruangan yang menggambarkan bahwa tanah Sunda identik dengan hutan dan alam yang harus dijaga,” kata dia.

Dia menjelaskan, masuk ke ruang berikutnya terdapat miniatur rumah adat sunda, gambar pakaian adat sunda, dipajang alat musik, peralatan dapur, dan juga dipajang makanan tradisional khas Sunda. Semua  yang ada di Bale Indung Rahayu ditata dengan estetika yang ditunjang dengan teknologi digital.

“Bale Indung Rahayu ini, terbuka untuk umum. Masyarakat, bisa mengunjunginya pada Selasa-Minggu, mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Untuk masuk ke galeri ini tidak dipungut biaya alias gratis,” jelas dia.

Sementara itu, salah seorang pemandu di Bale Indung Rahayu, Sahdan Mulya Nugraha menambahkan, sejak dibuka beberapa tahun lalu lokasi ini kerap disesaki pengunjung. Kebanyakan, merupakan pelajar berbagai tingkatan.

“Tak pernah sepi. Kalau lihat dari daftar kunjungan, setiap harinya ada kurang lebih 100 pengunjung yang datang kesini. Kalau akhir pekan, pengunjung bisa lebih dari itu. Kebanyakan rombongan pelajar. Tapi ada juga masyarakat umumnya,” ujarnya singkat. (Asep Mulyana)


Editor : DeryFG