Mengenal Tentang Malam Nisfu Sya'ban dan Ditutupnya Buku Amal Perbuatan

Buku amal perbuatan selama satu tahun ditutup saat malam nisfu sya'ban.

Mengenal Tentang Malam Nisfu Sya'ban dan Ditutupnya Buku Amal Perbuatan

INILAHKORAN - Malam Nisfu Sya'ban adalah malam yang penuh berkah dan menjadi salah satu momen penting dalam Islam.

Pada malam ini, Allah SWT memberikan rahmat dan ampunan kepada hamba-Nya. Selain itu, malam Nisfu Sya'ban juga dipercaya sebagai waktu ditutupnya buku amalan setahun penuh dan diganti dengan yang baru.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT pada malam tersebut.

Ditutupnya Buku amalan

Salah satu kepercayaan yang berkembang dalam Islam adalah bahwa pada malam Nisfu Sya'ban, buku amalan setahun penuh ditutup dan diganti dengan yang baru.

Meskipun tidak ada dalil yang secara langsung menyebutkan hal ini, konsep pencatatan amal dalam Islam memang ada, seperti yang disebutkan dalam hadits berikut:

"Setiap amal manusia diperiksa setiap pekan dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Dan amal manusia juga diperiksa setiap tahun dua kali, yaitu pada malam Nisfu Sya’ban dan malam Lailatul Qadar." (HR. Al-Baihaqi)

Dalam ajaran Islam, setiap manusia memiliki catatan amal yang ditulis oleh malaikat Raqib dan Atid. Jika benar bahwa buku amalan ditutup dan diperbarui pada malam Nisfu Sya’ban, maka ini adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan sebelum lembaran baru kehidupan dibuka.

amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Sya'ban

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya’ban:

  1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
    Karena malam ini adalah malam penuh ampunan, maka sebaiknya umat Islam memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT.

  2. Shalat Sunnah
    Tidak ada shalat khusus pada malam Nisfu Sya’ban, tetapi umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah seperti shalat tahajud dan shalat hajat.

  3. Membaca Al-Qur’an
    Membaca Al-Qur’an pada malam ini juga merupakan amalan yang baik untuk mendapatkan keberkahan.

  4. Memperbanyak Doa
    Rasulullah SAW bersabda:

    “Pada malam Nisfu Sya’ban, bacalah doa: ‘Ya Allah, jika Engkau menetapkan aku sebagai orang yang celaka, maka hapuslah ketetapan itu, dan tetapkan aku sebagai orang yang bahagia.’”

  5. Puasa Nisfu Sya’ban
    Beberapa ulama menyebutkan bahwa puasa pada tanggal 15 Sya’ban adalah sunnah. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang sering berpuasa di bulan Sya’ban.


Editor : Firda Rachmawati