Menggali Kekuatan Ide dan Imajinasi: Hasto Kristiyanto Dorong Kepala Daerah PDIP Bangun Daerah Tanpa Terpaku Anggaran
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya peran ide dan imajinasi dalam membangun daerah, terlepas dari keterbatasan anggaran yang disediakan negara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya peran ide dan imajinasi dalam membangun daerah, terlepas dari keterbatasan anggaran yang disediakan negara.
Pesan ini disampaikan dalam acara pembekalan kepala daerah terpilih yang berlangsung secara hybrid di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, pada Selasa (tanggal acara).
Dalam sambutannya, Hasto mengajak para kepala daerah untuk meneladani pemikiran Soekarno yang berakar pada dialektika sejarah Nusantara dan dunia.
Ia menekankan bahwa Bung Karno menggunakan pendekatan materialisme historis, Marxisme, nasionalisme, Islamisme, dan sosialisme dalam merumuskan kebijakan untuk rakyat Indonesia.
"Jangan lupakan sejarah. Jangan tinggalkan sejarah. Ini yang namanya dialektika pertama," ujar Hasto dikutip dari ANTARA.
Hasto juga mencontohkan bagaimana kekuatan ide dan imajinasi diterapkan oleh PDIP dalam membangun kantor DPP alternatif di Yogyakarta.
Ide ini muncul dari kekhawatiran Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tentang potensi ancaman megathrust di Jakarta yang bisa berdampak pada eksistensi kantor pusat partai di Jalan Diponegoro.
"Dari situ kami punya ide, kalau di Jakarta ada megathrust, maka kita juga punya kantor partai yang representatif apabila kantor di tingkat pusat dalam keadaan darurat," jelas Hasto.
Kantor alternatif ini dirancang dengan konsep green building dan melibatkan arsitek dari kalangan mahasiswa, mencerminkan semangat kolaborasi dan inovasi.
Bangunan lima lantai seluas 3.000 meter persegi ini tidak hanya menjadi simbol kesiapsiagaan, tetapi juga representasi dari visi pembangunan yang berkelanjutan.
"Kami menghubungi beberapa arsitek dari kalangan mahasiswa. Kita rangkul, kita punya konsep tentang green building. Maka ide melahirkan imajinasi," tambahnya.
Hasto mengkritik pendekatan pragmatis yang kerap mendominasi pola pikir kepala daerah, yaitu anggapan bahwa pembangunan hanya bisa dilakukan jika ada anggaran yang cukup. Ia menegaskan bahwa visi dan ide yang kuat adalah fondasi utama dalam membangun daerah.
"Ini penting bagi kepala daerah kita. Yang membangun sepertinya harus ada uang dulu. Padahal Soekarno nggak pernah memikirkan Indonesia merdeka duitnya berapa. Tidak pernah, tetapi ide dulu," tegas Hasto.
Menurutnya, the power of idea dan the power of imagination adalah kunci bagi PDIP dalam merumuskan strategi politik dan pembangunan yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat dan pemikiran Bung Karno.
Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kantor alternatif bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki nilai historis yang kuat bagi PDIP dan keluarga besar Soekarno.
Hasto mengingatkan bahwa Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, yang juga pernah menjadi pusat penyelamatan republik di masa lalu.
"Ibu Mega lahir di Jogja. Oh ternyata Jogja pernah menjadi penyelamatan republik," ucap Hasto, menekankan hubungan emosional dan historis PDIP dengan kota tersebut.
Acara pembekalan ini dihadiri oleh para pengurus pusat partai dan bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang tradisi pemikiran Soekarno dalam merumuskan kebijakan dan strategi politik.
Hasto berharap kepala daerah dari PDIP mampu mengimplementasikan kekuatan ide dan imajinasi dalam membangun daerah mereka, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan oleh Bung Karno.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
