Menghadapi Krisis Lingkungan yang Mengkhawatirkan: Menjaga Hutan, Mengurangi Panas Bumi, dan Menerapkan Gaya Hidup Hijau
Manager Penanganan dan Pencegahan Bencana Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Melva Harahap, yang menilai bahwa langkah-langkah konkret harus segera dilakukan untuk mencegah dampak lebih besar terhadap lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Indonesia tengah menghadapi akumulasi Krisis Lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.
Hal ini diungkapkan oleh Manager Penanganan dan Pencegahan Bencana Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Melva Harahap, yang menilai bahwa langkah-langkah konkret harus segera dilakukan untuk mencegah dampak lebih besar terhadap lingkungan.
Menurut Melva, salah satu langkah utama dalam memperbaiki kondisi lingkungan adalah dengan menurunkan panas bumi serta menjaga kelestarian hutan yang semakin terancam akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.
Ia menekankan bahwa hutan merupakan benteng utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati.
“Menjaga keanekaragaman hayati adalah sesuatu yang harus terus dilakukan. Kita juga harus mengurangi pembukaan lahan perkebunan dan mengembalikan fungsi hutan yang sesungguhnya,” ujar Melva dikutip dari RRI.co.id.
Dalam upaya memulihkan ekosistem, ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan lahan yang berkelanjutan.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah ekspansi besar-besaran perkebunan sawit dan aktivitas pertambangan yang menggerus hutan tropis, yang berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dan menjaga keseimbangan suhu bumi.
Selain tanggung jawab pemerintah dan industri dalam menerapkan kebijakan berorientasi lingkungan, Melva menekankan bahwa setiap individu juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
Salah satu cara yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mengadopsi Green Lifestyle atau gaya hidup ramah lingkungan.
“Kita bisa mulai dari hal kecil, misalnya membawa alat minum sendiri saat beraktivitas. Ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan oleh banyak orang, dampaknya akan sangat besar dalam mengurangi sampah plastik,” katanya.
Green Lifestyle mencakup berbagai aspek, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi, memilih transportasi ramah lingkungan, hingga mendukung produk-produk yang diproduksi secara berkelanjutan.
Dengan menerapkan kebiasaan ini, setiap individu dapat berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon dan menjaga kelestarian lingkungan.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
