Meniti Jalan Panjang Menuju Dunia

JALAN menuju kampus terbaik dunia mulai dibuka. Sebanyak 106 pelajar Banten mendapat bekal untuk mengejar mimpi.

Meniti Jalan Panjang Menuju Dunia
SUPER CAMP: Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memfasilitasi 106 pelajar tingkat SMA melalui Program Super Camp “Banten Merebut Garuda”.

Mimpi untuk kuliah di kampus terbaik dunia sering kali terasa begitu jauh. Bukan karena kemampuan tidak ada, tetapi karena jalan menuju ke sana tidak selalu mudah ditemukan. Bagi 106 pelajar SMA di Banten, jarak itu kini coba dipangkas.

Mereka terpilih mengikuti Super Camp “Banten Merebut Garuda”, sebuah program yang disiapkan Pemerintah Provinsi Banten untuk membuka jalan bagi pelajar daerah menembus perguruan tinggi terbaik di tingkat global.

Dari 250 pelajar yang mendaftar, 106 di antaranya berhasil lolos seleksi. Selama dua hari, 29-30 Agustus, mereka berkumpul dalam satu ruang belajar yang berbeda dari rutinitas sekolah.

Bukan sekadar mengejar nilai, mereka mulai dikenalkan pada satu dunia yang lebih luas: dunia beasiswa, perguruan tinggi internasional, kemampuan bahasa, jejaring global, hingga kesiapan mental.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah membuka akses pendidikan berkualitas secara lebih merata.

Latar belakang ekonomi maupun asal daerah, menurutnya, tidak boleh menjadi tembok bagi anak-anak Banten untuk mengejar pendidikan terbaik.

“Program ini dirancang sebagai inkubator intensif, sebuah galah yang memperpanjang jangkauan kalian untuk melompati batasan, menembus dinding-dinding perguruan tinggi terbaik di dunia,” ucap Andra, seperti dikutip dari ANTARA.

Super Camp menjadi awal. Setelah kegiatan selesai, perjalanan para peserta justru baru dimulai. Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan pendampingan selama enam bulan. Sebanyak 22 mentor pendidikan akan mendampingi para siswa secara langsung agar rencana mereka tidak berhenti sebagai angan-angan.

Materinya pun dibuat praktis. Para peserta akan dibekali persiapan teknis dan administrasi beasiswa, kemampuan Bahasa Inggris seperti IELTS, pembentukan karakter, hingga kemampuan membangun jejaring global.

Semua diarahkan pada satu tujuan: membuat para pelajar lebih siap ketika kesempatan beasiswa benar-benar datang.

Pemerintah Provinsi Banten bahkan menargetkan setidaknya separuh peserta dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui jalur beasiswa kompetitif pada 2027. Beasiswa Garuda dan Beasiswa Indonesia Maju menjadi dua jalur yang disiapkan untuk dikejar.

Kepala Disdikbud Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan target tersebut didukung dengan kolaborasi berbagai pihak. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Google Indonesia, hingga PT Krakatau Sarana Infrastruktur ikut dilibatkan dalam program tersebut. (gin)


Editor : Inilahkoran