Menjadikan Sekolah Rumah Aman bagi Anak
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Sekolah semestinya menjadi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh tanpa rasa takut. Bukan hanya tempat menimba ilmu dan mengejar nilai, tetapi juga lingkungan untuk belajar menghargai perbedaan, membangun empati, serta menjalin pertemanan yang sehat.
Pesan itu mengemuka saat Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi mengukuhkan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) yang dirangkaikan dengan deklarasi JAGA TEMAN tingkat Kota Bogor di SMP Negeri 1 Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (22/10).
Kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif. Namun, bagi Denny, pembentukan kelompok kerja dan deklarasi gerakan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
"Sekolah rumah kedua bagi anak-anak untuk membentuk karakter, menanamkan budi pekerti dan membangun hubungan sosial," tegas Denny.
Ia berharap JAGA TEMAN tumbuh menjadi kebiasaan di antara para siswa. Gerakan tersebut diharapkan mendorong anak-anak saling menjaga, berani mengingatkan ketika melihat perilaku keliru, serta tidak diam saat menyaksikan perlakuan tidak adil terhadap teman.
"Setiap anak perlu didorong untuk menjadi sahabat sebaya yang memiliki empati," jelasnya.
Bagi Denny, perlindungan anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memang memiliki peran penting, tetapi upaya menciptakan sekolah yang aman membutuhkan keterlibatan banyak unsur.
Karena itu, pengurus Pokja BSAN diminta mengesampingkan ego sektoral dan menyatukan komitmen pemerintah daerah, fungsi pengawasan DPRD, serta masukan strategis Dewan Pendidikan. Kerja bersama tersebut perlu diterjemahkan ke dalam rencana aksi nyata dan pemantauan berkala di sekolah.
"Para pengurus diminta segera menyusun rencana aksi nyata dan melakukan pemantauan lapangan secara berkala," paparnya.
(rizki mauludi/gin)
Editor : Inilahkoran
