Menjemput Bahagia lewat Akad Sederhana

TAK perlu pesta besar untuk memulai kehidupan baru. Akad di KUA menjadi pilihan sederhana dan tanpa biaya pada hari kerja.

Menjemput Bahagia lewat Akad Sederhana
NIKAH MASSAL: Pasangan suami istri berfoto seusai mengikuti program nikah massal. Sebanyak 15 pasangan mendapatkan pengesahan pernikahan yang digelar dalam memperingati HJKB itu.(INILAH/YOGO TRIASTOPO)

Menikah tak selalu harus dimulai dengan pesta besar. Bagi pasangan yang ingin menjalani akad secara sederhana, Kantor Urusan Agama (KUA) bisa menjadi pilihan karena layanan pernikahan pada hari dan jam kerja tidak dipungut biaya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong pasangan yang hendak menikah untuk mempertimbangkan pilihan tersebut. Menurutnya, akad di KUA pada hari dan jam kerja juga dapat menjadi alternatif bagi pasangan muda yang ingin menghemat biaya pernikahan.

“Pada dasarnya kami ingin mendorong semua orang melakukan akad nikah dengan sederhana, jam kerja, hari kerja di KUA karena itu sudah pasti gratis,” kata Farhan, Rabu (23/9).

Dorongan itu disampaikan saat kegiatan Nikah Gratis dan Gebyar Pelayanan Publik Utama Terpadu 2026 dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung (HJKB). Sebanyak 15 pasangan mendapat layanan pernikahan sekaligus pengurusan administrasi kependudukan.

Kemudahan tidak berhenti setelah akad selesai. Pasangan yang baru menikah juga mendapatkan layanan administrasi kependudukan sehingga perubahan status perkawinan dapat langsung tercatat dalam dokumen mereka.

“Insya Allah akan dimudahkan untuk mendapatkan KTP status baru, dan juga kartu keluarga baru bagi yang baru menikah,” ujarnya.

Dalam kegiatan Nikah Gratis 2026, 10 pasangan Muslim menjalani akad bersama KUA. Mereka memperoleh buku nikah, kartu keluarga baru, serta KTP baru dengan status perkawinan kawin.

Sementara itu, lima pasangan non-Muslim mendapat layanan pencatatan sipil. Mereka memperoleh kartu keluarga dan KTP baru dengan status perkawinan kawin.

Bagi Farhan, pilihan menikah sederhana di KUA tidak berarti menghilangkan pilihan lain. Warga yang ingin melangsungkan akad pada akhir pekan tetap memiliki hak untuk menentukan waktu pernikahannya.

“Tapi bukan berarti kemudian melarang atau menghalangi yang mau nikah di akhir pekan. Kalau itu hak,” katanya.

Ada pula hadiah bulan madu bagi pasangan yang mengikuti program tersebut. Fasilitas menginap di hotel diberikan melalui dukungan Kadin dan Persatuan Riung Priangan yang beranggotakan para general manager hotel berbintang di Kota Bandung.

(yogo triastopo/gin)


Editor : Inilahkoran