Menteri LHK Minta Ananda Untuk Ajak Generasi Muda Tanam 25 Pohon Seumur Hidupnya

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, terutama Generasi Y dan Z dalam mencapai target FOLU Net Sink 2030 mendatang. 

Menteri LHK Minta Ananda Untuk Ajak Generasi Muda Tanam 25 Pohon Seumur Hidupnya

INILAHKORAN, Bogor - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, terutama Generasi Y dan Z dalam mencapai target FOLU Net Sink 2030 mendatang. 

Oleh karena itu, Siti Nurbaya meminta Tokoh muda Green Leader Indonesia Ananda Tohpati mengajak Generasi Y dan Z menanam 25 pohon semasa hidupnya.

Hal tersebut diungkapkan Siti Nurbaya Bakar saat menghadiri Sosialisasi Youth Indonesia's FOLU Net Sink 2030,
Peran generasi muda Dalam Pengendalian Perubahan Iklim di IPB Convention Center, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu 7 Februari 2023 siang, yang dihadiri ratusan pelajar dari berbagai sekolah tingkat menengah atas dan sederajat SeBogor Raya.

Siti Nurbaya mengatakan, bahwa Indonesia telah menjadi pemimpin dalam pengendalian iklim internasional, terutama dalam aksi iklim yang berkaitan dengan hutan. FOLU Net Sink 2030, artinya pada 2030 sektor kehutanan Indonesia tidak akan lagi menghasilkan emisi gas rumah kaca, karena sudah seimbang antara yang diserap dan yang dihasilkan.

"Saya mengajak generasi muda karena percaya bahwa mereka memiliki ketertarikan, kepekaan, dan respons yang tinggi terhadap isu lingkungan. Bahkan, sekitar 53 persen populasi Indonesia berusia 10-45 tahun keterlibatan mereka dianggap mampu memberikan dampak positif signifikan. Dengan kreativitas, gagasan, dan konten yang mereka hasilkan, generasi muda memiliki potensi besar untuk mempengaruhi kesadaran lingkungan di masyarakat," ungkap Siti Nurbaya kepada wartawan usai acara.

Siti Nurbaya menyebut, bahwa pentingnya melibatkan tokoh muda dan LSM dalam upaya tersebut. Dirinya mengapresiasi kontribusi Tokoh Muda Green Leader Indonesia (GLI), Ananda Tohpati yang sudah terlibat sejak 2008 dalam isu lingkungan. Bonus demografi Indonesia diharapkan akan muncul pada tahun 2035 dan 2045 sehingga dirinya menekankan bahwa persiapan generasi muda sangat krusial untuk mencegah mereka menjadi beban dan memastikan produktivitas negara.

"generasi muda yang dipersiapkan dengan baik dapat menjadikan Indonesia sebagai negara maju di masa depan, mencapai peringkat yang lebih tinggi dalam berbagai indikator, termasuk ekonomi," tuturnya.

Siti Nurbaya menegaskan, dirinya juga tadi meminta Tokoh Muda GLI Ananda Tohpati mengajak generasi Y dan Z menanam sebanyak 25 pohon seumur hidupnya saja. Dengan penduduk Indonesia sekitar 278 juta seusai data tahun 2023 kemarin. 

"Anggap lah batasnya anak SD atau usia enam tahun menanam satu pohon, bisa banyak sekali pohonnya kan. Untuk sumber pembibitan nya ada, sudah dimiliki oleh KLHK. Persemaian pusat dengan skala besar antara 12 juta sampai 16 juta bibit dalam setahun, itu ada di Rumpin, Kabupaten Bogor. Ayo jalan-jalan ke Rumpin, yuk kita kumpul ke Rumpin. Untuk bibitnya aman," tegasnya.


Sementara itu, Tokoh muda GLI, Ananda Tohpati menuturkan, banyak hal yang bisa dilakukan kedepannya, tadi dalam perjalanan ada diskusi juga dengan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bagaimana dari kementrian atau pemerintah memfasilitasi kepada pemuda-pemudi atau anak sekolah yang hadir untuk melakukan aktivitas penanaman pohon ataupun aktivitas yang mencerminkan menjaga lingkungan.

"Kalau Jawa Barat kami sudah dilakukan di Cianjur dan Bandung. Tapi, bukan hanya di Jawa Barat, pernah di Bali, Jawa Tengah dan Lampung yang juga sudah dilakukan," tuturnya.

Ananda menjelaskan, berbicara lingkungan tidak berbicara hari ini, tapi dampak dari yang lampau atau waktu lebih lama. Namun, dari upaya pihaknya yang bergelut pada bidang lingkungan, sudah disiapkan aksi-aksi sosialnya seperti apa agar tidak ada bencana.

"Kami selalu mengingatkan dan menyadarkan lagi pentingnya menjaga keseimbangan alam di sekitar kita. Kemitraan dengan KLHK ini, ada beberapa komunikasi langsung ke kementerian dan ada beberapa yang kawan-kawan kami sebagai anggota legislatif juga di beberapa daerah membantu mengkomunikasikan," pungkasnya. (*)


Editor : Ahmad Sayuti