Menyisir Titik Rawan Menjaga Ruang Publik

KETENTERAMAN kota tak hanya dijaga saat gangguan terjadi. Melalui patroli gabungan, Pemerintah Kota Bogor memilih mencegah sebelum persoalan muncul.

Menyisir Titik Rawan Menjaga Ruang Publik
PATROLI GABUNGAN: Tim gabungan saat melakukan Patroli di sejumlah titik wilayah Kota Bogor pada Kamis (23/7) dini hari. Patroli ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Oleh: Rizki Mauludi

Malam mulai larut ketika sejumlah kendaraan patroli bergerak menyusuri jalan-jalan utama di Kota Bogor. Bukan untuk mengejar pelaku kejahatan yang baru beraksi, melainkan memastikan ruang-ruang publik tetap aman sebelum gangguan ketenteraman benar-benar terjadi.

Patroli gabungan itu digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota, Dinas Sosial (Dinsos), dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Rabu (22/7) malam hingga Kamis (23/7) dini hari.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif pemerintah menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Kepala Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) Satpol PP Kota Bogor, Andry Sinar Wahyudianto, mengatakan patroli tidak hanya menyasar potensi gangguan ketertiban umum.

Kegiatan tersebut juga memantau sejumlah lokasi yang sebelumnya diinformasikan menjadi tempat berkumpul individu yang diduga berpotensi melakukan penyimpangan perilaku sosial.

“Kegiatan tadi malam merupakan patroli gabungan yang melibatkan Satpol PP, Polresta Bogor Kota, Dinsos dan Bakesbangpol. Kami menyisir beberapa titik di wilayah Kota Bogor untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum,” ujarnya, Kamis (23/7).

Sedikitnya lima titik menjadi sasaran patroli. Petugas menyisir kawasan Pakuan, wilayah perbatasan Ciawi, Terminal Baranangsiang, Jalan Sambu, hingga kawasan Pasar Kebon Kembang atau sekitar Alun-alun Kota Bogor.

Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena sebelumnya disebut sebagai titik berkumpul sejumlah individu yang perlu dipantau untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.

Namun hingga patroli berakhir, situasi di seluruh lokasi terpantau kondusif. Petugas tidak menemukan pelanggaran maupun aktivitas yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

“Berdasarkan hasil patroli, tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun aktivitas yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum. Patroli ini merupakan upaya pencegahan,” kata Andry.

Meski demikian, pemerintah menegaskan pendekatan yang akan digunakan tidak semata-mata berupa penindakan apabila di kemudian hari ditemukan persoalan sosial.

(gin)


Editor : Inilahkoran