Meski Boleh Dibuka, Objek Wisata di KBB Masih Terkendala QR Code PeduliLindungi
Pengelola objek wisata di KBB terkendala jaringan sinyal internet yang menyulitkan. Para pengunjung kesulitan saat pemindaian QR code.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedikit memberi ruang nafas bagi sektor wisata. Pasalnya, sebanyak 20 objek wisata diujicoba untuk buka di tengah perpanjangan PPKM.
Salah satu objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diizinkan buka yaitu The Lodge Maribaya. Kendati demikian, kebijakan tersebut nyatanya masih mengalami kendala, salah satunya jaringan internet.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat Heri Partomo mengatakan, berkenaan dengan pembukaan destinasi wisata, pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah pusat dengan melakukan uji coba membuka salah satu destinasi wisata.
Baca Juga: Ribuan Buruh Jabar Menjerit Gegara Aplikasi PeduliLindungi, Banyak Terpaksa Dirumahkan
"Untuk KBB, kita hanya membuka satu destinasi yang diuji coba, yaitu di The Lodge Maribaya," katanya, Sabtu 19 September 2021.
Namun, menurutnya hal itu pun masih terkendala lantaran sistem QR code yang dilakukan kepada para wisatawan saat berkunjung ke destinasi The Lodge Maribaya.
"Kendalanya mereka harus menggunakan QR code PeduliLindungi, begitu banyak pengunjung yang datang ternyata permasalahan di sinyal," tuturnya.
Baca Juga: Innalillahi, Plt Bupati KBB Hengky Kurniawan Kecelakaan saat Funtrail, Begini Kondisinya Sekarang
Ia menjelaskan, pada saat para pengunjung akan masuk web PeduliLindungi, loadingnya lama. Akhirnya, para pengunjung cukup memperlihatkan proses masuknya saja.
"Lebih kasihan lagi, bagi wisatawan luar kota yang bawa keluarga. Salah satu solusinya, terpaksa kita arahkan untuk yang di bawah 12 tahun kita arahkan ke tempat makan," jelasnya.
Apalagi, sambung dia, tempat wisatanya saat ini sedang dalam penataan ulang lantaran sudah lama tidak digunakan.
"Harus dilihat lagi, apakah itu benar-benar safety atau tidak," tambahnya.
Baca Juga: Weekend di Bandung, Polisi Berlakukan Gage di Ledeng
Lebih lanjut ia menerangkan, uji coba pembukaan destinasi wisata sudah hampir sepekan dilakukan, pihaknya berharap Senin lalu sudah mendapatkan hasil evaluasi lantaran evaluasi dilakukan setiap hari Senin.
"Hari Selasa keluar lagi kebijakan dari pusat, ternyata pada hari Selasa kemarin kebijakan dari pusat lebih sulit lagi," terangnya.
Ia mengaku, untuk pindah dari level 3 ke level 2 ternyata ada kebijakan tambahan bahwa harus memenuhi kuota vaksin sebesar 50 persen.
Baca Juga: Mau Gelar Vaksinasi Covid-19 di Tempat Tinggal Masing-Masing? Begini Caranya!
"Itu tantangan lagi bagi pemda. Oleh karenanya, kita sekarang sedang menggenjot dan melaksanakan sejuta vaksin di KBB, baik itu melalui dinas-dinas maupun secara langsung ke masyarakat melalui puskesmas, bahkan ke sekolah-sekolah kita juga dorong vaksinasi seperti itu," bebernya. (agus satia negara)
Editor : inilahkoran


