Meski Sudah Diperbaiki, Basement Alun-alun Cililin Masih Sepi Parkir Kendaraan Warga

Basement Alun-alun Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kerap tergenang air saat hujan turun akhirnya diperbaiki. Bahkan, kondisi pencahayaan yang gelap di kawasan parkir kendaraan

Meski Sudah Diperbaiki, Basement Alun-alun Cililin Masih Sepi Parkir Kendaraan Warga
Foto Agus Satianegara

INILAHKORAN, Ngamprah - basement Alun-alun Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kerap tergenang air saat hujan turun akhirnya diperbaiki. Bahkan, kondisi pencahayaan yang gelap di kawasan parkir kendaraan tersebut juga kini lebih baik.

Seperti diketahui, Alun-alun Cililin kembali menjadi sorotan sejumlah pihak lantaran bagian kontruksi bangunan alun-alun yang mengusung konsep Little Madina itu diduga bermasalah.

Pasalnya, saat musim hujan terjadi air terlihat mengalir deras dari sela-sela dinding hingga membanjiri lantai basement.

Berdasarkan keterangan warga, air yang merembes di sela-sela dinding basement tidak hanya satu titik. Bahkan, di beberapa titik dinding terjadi rembesan air hingga jatuh dan membentuk saluran air.

Kendati kondisi basement alun-alun yang disebut sebagai Little Madina tersebut sudah lebih baik, namun belum banyak masyarakat yang memanfaatkan area tersebut untuk memarkirkan kendaraannya baik roda empat maupun roda dua.

"Alhamdulillah sekarang basement Alun-alun Cililin sudah tidak tergenang air," kata Zaenal Abidin (58) salah seorang petugas parkir.

"Ternyata dulu pompa penyedotnya tidak berfungsi, sebulan lalu sudah diperbaiki dan sekarang tak ada lagi genangan," ungkapnya.

Meski begitu, Zaenal menyayangkan lahan parkir di basement yang luas, nyaman, dan aman tersebut belum dimanfaatkan warga. 

"Kebanyakan pengendara lebih suka memarkirkan kendaraannya di halaman Masjid Besar Kecamatan Cililin dan samping luar alun-alun," ujarnya.

Padahal, sambung Zaenal, plang petunjuk parkir sudah terpasang, namun kebanyakan pengendara lebih memilih parkir di luar. 

"Sepeda motor dan mobil banyak terparkir di halaman masjid dan pinggir jalan. Padahal, parkir di basement jauh lebih aman dan nyaman, kendaraan tak kepanasan dan kehujanan, juga tarif parkirnya murah," ujarnya.

"Untuk sepeda motor hanya Rp 2.000 dan mobil Rp 4.000," sebutnya.

Sementara itu, petugas parkir lainnya, Adi Sabirin (58) mengakui, dalam sehari sepeda motor yang parkir rata-rata hanya 15 unit, sementara mobil paling 3-5 unit. 

"Orang banyak memarkirkan kendaraannya di sebelah barat dan utara. Di basement mah sepi,  orang yang ngabuburit di Alun-alun Cililin memang banyak tapi yang parkir di sini tetap saja sedikit," ucapnya.

Adi menduga, sepinya parkir di basement lantaran masih banyak warga yang belum tahu. Selain itu, penyebaran titik keramaian di Alun-alun Cililin tak merata. 

Menurutnya, di mana pedagang banyak berjualan di sekitar kantor Kecamatan Cililin sementara di dekat gerbang basement jumlahnya masih sedikit.

"Supaya parkir kendaraan di basement lebih banyak, saya menyarankan pedagang disebar secara merata dan ditata sedemikian rupa," tuturnya.

"Kemudian, lapaknya dibuat semenarik mungkin biar pembeli berdatangan," sarannya.

Semenjak basement Alun-alun Cililin difungsikan sebagai tempat parkir belum Berkonstribusi banyak terhadap pendapatan daerah. 

Sebab, pendapatan dari parkir tak sebanding dengan pengeluaran salah satunya untuk biaya listrik yang mencapai Rp 4 juta per bulan.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti