Diduga Bermasalah, Air Merembes ke Kontruksi Basement Alun-alun Cililin
Seakan tak pernah habis, Alun-alun Cililin kembali menjadi sorotan sejumlah pihak lantaran bagian kontruksi bangunan alun-alun yang mengusung konsep Little Madina itu diduga bermasalah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Seakan tak pernah habis, Alun-alun Cililin kembali menjadi sorotan sejumlah pihak lantaran bagian kontruksi bangunan alun-alun yang mengusung konsep Little Madina itu diduga bermasalah.
Pasalnya, saat musim hujan terjadi air terlihat mengalir deras dari sela-sela dinding hingga membanjiri lantai basement.
Berdasarkan keterangan warga, air yang merembes di sela-sela dinding basement tidak hanya satu titik. Bahkan, di beberapa titik dinding terjadi rembesan air hingga jatuh dan membentuk saluran air.
"Kalau hujannya deras, air yang keluar dari sela-sela dinding makin banyak. Hingga meluber ke lantai basement," kata Dadang Kusnadi (53) warga Kampung Kaum, Desa/Kecamatan Cililin kepada wartawan.
Bahkan, air mengalir cukup deras dari dalam basement Alun-alun Cililin meski kondisi cuaca sedang tidak hujan. Hingga kini basement masih belum dibuka. Gerbang besinya masih dikunci gembok.
"Basement inikan hasil penggalian cukup dalam. Bisa jadi pori-pori air ikut tergali sehingga ketika hujan turun airnya tetap mengalir ke pori-pori yang belum terganggu, namun terhenti di bangunan basement," jelasnya.
"Yang namanya air terus menggerus dinding basement yang memang tadinya jalan air," sambungnya.
Dadang menilai, apabila konstruksi dinding atau basementnya kokoh air tentunya tidak akan merembes. Namun karena bermasalah sehingga dapat ditembus air.
"Padahal, rencananya basement tidak hanya dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan tapi juga menampung pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar Alun-alun Cililin," ujarnya.
Terpisah, Camat Cililin, Opa Mustofa mengakui, kendati Alun-alun Cililin sudah diresmikan namun lantai basement belum dapat digunakan sebagai tempat berjualan PKL.
"Kalau lihat kondisi basementnya seperti itu, saya tidak berani memasukkan PKL sekarang-sekarang," ungkapnya.
"Saya minta kepada kontraktor untuk memperbaikinya karena ini masih menjadi tanggung jawabnya," tegasnya.
Rencananya, sebut Opa, sekitar 50 PKL bakal ditempatkan di lantai basement Alun-alun Cililin lantaran selama ini mereka berjualan di sekitar Kota Kecamatan Cililin.
Dia menduga dinding basement yang terus mengeluarkan air menunjukkan ada persoalan dikonstruksinya.
"Oleh karena itu, kami meminta kepada kontraktor pelaksana proyek untuk melakukan perbaikan," ujarnya.
"Masa pemeliharaan sampai Maret 2024 sebelum dilimpahkan ke kecamatan. Tapi kami minta sebelum diserahkan semua persoalan harus sudah beres. Termasuk awning yang rusak dan penanaman kembali pohon kurma yang mati," bebernya.
Opa mengklaim, sejak Alun-alun Cililin dibuka untuk umum, pihak kecamatan sudah menempatkan personel Satpol PP Kecamatan Cililin dan petugas kebersihan.
"Kita tempatkan petugas Satpol PP untuk pengamanan aset dan semua fasilitas yang ada di alun-alun karena jangan sampai terjadi aksi vandalisme," tukasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

