Minyak Goreng Langka, Diskoperindag Cianjur Temukan Ini Saat Sidak
Diskoperindag Cianjur langsung menggelar sidak ke beberapa distributor buntut kosong dan langkanya minyak goreng di beberapa toiko swalayan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cianjur – Minyak goreng di beberapa swalayan di Cianjur mulai kosong. Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) pun langsung melakukan sidak ke beberapa distributor.
Saat sidak dilakukan, Diskoperindag Cianjur pun mendapatkan masih banyak stok minyak goreng yang disimpan para distributor. Padahal minyak goreng di beberapa swalayan sudah mulai kosong atau terbilang langka.
Kepala Diskoperindag Cianjur, Tohari Sastra mengatakan, pihaknya langsung menggelar sidak ke sejumlah toko swalayan dan distributor minyak goreng, untuk memastikan ketersediaan stok minyak goreng yang kosong atau langka di sejumlah toko swalayan.
Baca Juga: Polisi dan Warga Tionghoa Cianjur Sepakat Tak Gelar Cap Go Meh
"Kami langsung mendatangi sejumlah distributor minyak goreng untuk melihat stok yang tersedia, ternyata ada. Namun mereka sengaja tidak langsung mengeluarkan banyak untuk menjaga aksi borong yang dilakukan warga, sehingga saat stok baru datang tidak sampai terjadi kelangkaan," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat 4 Februari 2022.
Namun pihaknya tetap memberikan peringatan pada distributor, tidak sampai menimbun stok minyak goreng untuk mencari keuntungan semata dan menyebabkan harga tetap mahal karena pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng.
Saat melakukan sidak, tambah dia, pihaknya mendapati harga minyak goreng curah yang masih tinggi di angka Rp 20.000 per liter. Namun penjual berdalih stok minyak yang mereka miliki stok lama, sehingga masih dijual mahal, namun mereka akan menerapkan HET setelah mendapat stok baru pekan ini.
Baca Juga: Pejabatnya Positif Covid-19, Bupati Cianjur Keluarkan Surat Edaran Kurangi Perjalanan Dinas
"Kami sudah meminta distributor dan toko swalayan untuk tidak membatasi stok yang dijual, agar warga tidak kesulitan mencari minyak goreng. Kami juga mendorong agar agen atau distributor menambah stok ke pasar tradisional agar stok tetap ada," katanya.
Bahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog dan supliyer minyak goreng untuk menggelar operasi pasar dan bazar murah, untuk menurunkan kembali harga minyak goreng di pasaran yang masih tinggi dengan dalih penjual stok lama yang dibeli dengan harga tinggi.
"Kalau pekan depan masih mahal dan kekosongan di sejumlah swalayan, kita akan menggelar operasi pasar dan bazar minyak goreng murah, sebagai upaya menurunkan harga. Sanksi tegas juga akan dilakukan terhadap agen atau distributor yang menimbun minyak goreng," katanya. (*)
Editor : inilahkoran


