Minyak Goreng Langka, Pemkab Bandung Janjikan Upaya-upaya Ini Demi Masyarakat
Pemkab Bandung mengaku terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di tengah-tengah masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Kelangkaan minyak goreng dirasakan seluruh masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Tak terkecuali Kabupaten Bandung.
Masyarakat Kabupaten Bandung banyak yang harus mengantre berjam-jam untuk membeli minyak goreng.
Belakangan, janji pun diutarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung untuk masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng ini.
Baca Juga: Setelah Korea, BTS Akan Gelar Konser 'Permission To Dance on Stage' di Las Vegas 4 Malam
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan, pihaknya mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng curah, kemasan dan premium. Yakni, Undang-Undang No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.
"Pemerintah sudah mengeluarkan regulasi, yaitu Peraturan Menteri Perdagangan No. 6 tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit dan untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan minyak goreng serta kebijakan satu harga," kata Dicky di Soreang, 23 Februari 2022.
Dikatakan Dicky, klasifikasi penetapan harga minyak goreng curah Rp 11.500/liter, untuk kemasan sederhana Rp 13.500/liter, minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter.
Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta 23 Februari 2022: Usai Reyna Ditemukan, Kini Muncul Konflik Baru
"Aturan ini berlaku per 1 Februari 2022 dan kebijakan ini berlaku nasional satu harga. Jadi tidak ada istilah subsidi. Tapi sekarang, pengertiannya atau kebijakannya itu minyak goreng satu harga berdasarkan HET,"
Persoalan sekarang di lapangan secara nasional, lanjut Dicky, terdapat beberapa kendala pasokan atau distribusi yang terhambat atau terlambat masuk ke ritel, pasar modern dan tradisional.
"Karena permintaan masyarakat terhadap minyak goreng sangat tinggi, pasca kebijakan HET minyak goreng yang dulu Rp 19.000-Rp 20.000/liter minyak goreng premium, sekarang Rp 14.000/liter," katanya.
Baca Juga: Campur Aduk Suasana Hati Nick Kuipers Usai Persib Taklukkan PSM, Senang tapi...
Dicky melanjutkan, tingkat kebutuhan minyak goreng di Kabupaten Bandung sangat tinggi karena jumlah penduduk Kabupaten Bandung memang banyak, sehingga terjadi kekosongan di pasaran.
"Sempat terjadi keresahan di masyarakat. Minyak goreng ini sudah murah, konsumsi minyak goreng sangat tinggi. Akhirnya, kebutuhan pasokannya bertambah," katanya.
Dikcy menjelaskan, distribusi minyak goreng curah, kemasan sederhana maupun minyak goreng premium, ini memang ada sebuah keterlambatan. Karena dari data produsen minyak goreng kemasan secara nasional, khususnya di Jabar hanya ada 18 distributor.
Baca Juga: Badai Covid 19 Bikin PSM Takluk 0-2 Lawan Persib, Dallen Doke: Kita Sudah Berjuang!
"Dari 18 distributor di Jabar itu, khusus di Kabupaten Bandung tidak ada identitas distributor untuk pasokan ke Kabupaten Bandung, jadi para suplayer ini hanya ada di Kota Bandung.
Di Kota Bandung terdapat 12 suplayer ritel, Kota Cimahi ada 2 suplayer dan Bandung Barat ada 1 suplayer. Artinya, pasokan untuk Kabupaten Bandung dikirim dari suplayer yang ada di Bandung Raya. Termasuk kita koordinasi dengan suplayer yang ada di Bekasi," bebernya.
Terkait dengan kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Bandung, kata Dicky, Bupati Bandung Dadang Supriatna berharap dari aspek pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat termasuk minyak goreng harus dikendalikan.
"Bisa terpenuhi, tercukupi, minimal kekurangan bisa diminimalisir. Kita sudah melakukan kerjasama dengan Distributor dan Subdrive Bulog Jawa Barat," katanya.
Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, kata Dicky, pihaknya akan melaksanakan kegiatan operasi pasar dalam rangka mengembalikan stabilitasi harga minyak goreng. "Mengingat masih ada ritel yang menjual minyak goreng di atas HET," katanya.
Operasi pasar ini ditujukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung.
Terkait ketersediaan dan penyebarluasan stok minyak goreng di kabupaten/kota maupun setiap kecamatan.
"Kami akan melakukan kebijakan operasi pasar ini, di antaranya operasi pasar minyak goreng curah sesuai kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan. Operasi pasar akan dijadwalkan hari Rabu ini di Pasar Ciwidey untuk penjualan kepada para pedagang," katanya.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 23 Februari 2022: Hampir Terjatuh ke Sungai, Angga Berhasil Selamatkan Al
Harga minyak goreng curah yang akan dijual kepada para pedagang ini, seharga Rp 10.500/liter. "Tetapi pedagang harus menjual kepada masyarakat sesuai HET yaitu Rp 11.500. Jadi pedagang punya keuntungan Rp 1.000/liter," ujarnya.
Bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bandung, Dicky mengatakan, khususnya di setiap kecamatan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Subdrive Bulog Bandung untuk melaksanakan operasi pasar minyak goreng kemasan satu liter di 31 kecamatan.
Baca Juga: Ayu Aulia Coba Bunuh Diri, Nekat Sayat Lengan hingga Minum Obat 50 Butir
"Ada di 7 titik pendistribusian, yaitu berdasarkan daerah pembangunan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Karena kalau kita lakukan pendistribusian secara antrian akan menjadi sebuah persoalan dimasa pandemi Covid-19. Sampai hari ini kita masih mempersiapkan dan mendata jumlah kebutuhan masing-masing kecamatan," katanya.*** (rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


