Miris, Jalan di Ibu Kota KBB Rusak Parah, Petani Urunan Tambal Jalan dengan Batu dan Tanah

Persoalan infrastruktur jalan rusak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian memprihatinkan dan terus dikeluhkan warga.

Miris, Jalan di Ibu Kota KBB Rusak Parah, Petani Urunan Tambal Jalan dengan Batu dan Tanah
Tak hanya di pelosok, kondisi jalan rusak yang tak kunjung mendapat perbaikan pemerintah juga berada di ibu kota KBB. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan infrastruktur jalan rusak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian memprihatinkan dan terus dikeluhkan warga.

Tak hanya di pelosok, kondisi jalan rusak yang tak kunjung mendapat perbaikan pemerintah juga berada di ibu kota KBB.

Salah satunya di Kampung Salem Lapang, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, KBB. Tak hanya membahayakan pengendara yang melintas, akibat jalan rusak tersebut membuat aktivitas perekonomian ikut terhambat, sehingga menuai protes warga.

Diketahui, jalan di wilayah tersebut berstatus milik Pemkab Bandung Barat dan biasa dilintasi warga untuk mengangkut hasil pertanian.

Di bagian sisi kiri dan kanan hanya dibeton, sementara bagian tengah masih berupa jalan berbatu dan berlubang, bahkan berlumpur di beberapa titik yang sudah diperbaiki warga secara swadaya.

Agar kendaraan bisa dengan mudah melintas, warga secara swadaya menaburkan batu. Sebab sebelum diperbaiki seadanya, kondisi jalan di wilayah tersebut sulit dilewati kendaraan, apalagi mobil. 

Selain jalan yang licin karena diguyur hujan, kedalaman lubang juga semakin menyulitkan kendaraan.

"Rusaknya parah ada sekitar 2 kilometer, udah lama gak ada perbaikan dari pemerintah," kata salah seorang warga, Aep Juanda (60).

"Terakhir itu yang ada pondasi bagian sisi kiri sama kanan, gak tau fungsinya buat apa soalnya bagian tengahnya gak diaspal lagi," sambungnya yang juga seorang petani.

Menurutnya, kondisi jalan rusak tersebut kerap membahayakan para pengendara dan menghambat pengangkutan hasil bumi seperti sayuran. 

Lantaran kesal tak kunjung diperbaiki, ungkap Aep, warga pun menanami jalan rusak itu dengan pohon pisang, talas, dan jagung sebagai bentuk protes.

"Ini jalan utama buat warga ngangkut sayuran, kemarin sebelum diperbaiki sama warga mobil gak ada yang berani lewat karena takut selip, jadi harus muter dulu agak jauh lumayan," tuturnya.

"Kemarin juga warga protes sampe nanam pisang," tambahnya.

Lebih lanjut Aep menuturkan, lantaran kondisi jalan rusak tersebut tak kunjung ditindaklanjuti Pemkab Bandung Barat, sejumlah petani memutuskan untuk memperbaiki kerusakan jalan secara swadaya. 

Aep menyebut, para petani berinisiatif urunan untuk menambal jalan menggunakan batu dan tanah seadanya.

"Para bandar sayur urunan kemarin buat nambal jalan pake batu, alhamdulillah bisa dilewati lagi," katanya.

"Tapi kayanya kalau ada hujan besar bakal rusak lagi," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani