Mojang Jajaka Jawa Barat 2021, Siti Ulfa Atamimi dan Mahathir Mohammad Harus Jadi Teladan
Gelaran Mojang Jajaka Jawa Barat sukses digelar. Siti Ulfa Atamimi dan Mahathir Mohammad terpilih sebagai Mojang dan Jajaka Pinilih 2021
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung,- Gelaran Mojang Jajaka (Moka) Jabar sukses digelar di Hotel Preanger, Kota Bandung, Sabtu, 9 Oktober 2021.
Dalam babak grand final Moka Jabar, Wakil asal Kota Bogor, Siti Ulfa Atamimi terpilih sebagai Mojang Jawa Barat 2021, sementara Wakil Kota Depok, Mahathir Mohammad sebagai Jajaka Jabar 2021.
Harapan besar pun disampaikan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil terhadap mereka yang terpilih sebagai para pemenang dalam ajang Moka Jabar yang digelar dengan protokol kesehatan ketat itu.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menyerahkan piala menyampaikan harapannya kepada pemenang dan seluruh finalis yang menurutnya merupakan duta-duta terpilih dari daerah masing-masing.
Baca Juga: Walah! Bakal Calon Kuwu di Kabupaten Cirebon Jiwanya Terganggu
Menurutnya, semua finalis adalah perwakilan dari daerah adalah pemenang. Mereka harus membuktikan layak sebagai idola baru bagi para anak muda lain di Jawa Barat.
"Anda semua adalah pemuda Jabar yang terpilih. Masyarakat akan bercermin terhadap perilaku tindakan. Tunjukan bahwa memiliki ketakwaan, akhlak yang baik, cerdas secara intelektual, harus rancage, kalau kerja harus keras cerdas dan ikhlas, harus waringkas badannya sehat,” ujar Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil berpesan sekaligus menitipkan para mojang jajaka kepada Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik untuk dilibatkan secara maksimal dalam mempromosikan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.
“Jadikan Jabar paling cepat pulih perekonomiannya. Alhamdulillah Moka bisa diselenggarakan lagi setelah satu tahun vakum di tahun 2020. Menandakan normalitas sedang kita proses kembali,” kata dia.
Baca Juga: Langgar Perda dan Aturan PPKM, Tempat Karaoke dan Kafe Bakal Kena Sanksi Denda
“Ini acara sangat baik, selama prokes dijalankan dengan baik. Kita berproses, tidak bereuforia. Ini salah satunya. Acara dibatasi tapi hybrid, panggungnya sederhana, tapi tampilan di youtubenya keren,” imbuhnya.
Sementara itu, istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya yang didapuk menjadi salah satu juri mengatakan semua finalis memiliki kepercayaan diri, kemampuan berbahasa asing dan daerah sangat baik.
“Dalam penilaian tidak hanya fisik semata. Dari sisi intelegensi, bagaimana cara berperilaku itu satu paket penilaian. Tentu harus ada pemenang meski semua sangat baik. Saya berharap mereka bisa menjadi idolanya anak muda,” kata dia.
Di tempat yang sama, Kadisparbud Jabar, Dedi Taufik menyatakan tahun ini, Moka diikuti oleh perwakilan dari 24 kabupaten/kota. Penyelenggaraan Moka edisi kali ini tidak diikuti oleh Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut dan Kota Bandung.
Baca Juga: Apdesi Kabupaten Bandung Sambut Baik Keputusan Pilkades Serentak 20 Oktober 2021
"Memang kegiatan ini sempat tertunda karena Covid-19, dalam prosesnya perlu waktu dan lain sebagainya. Itu saya pikir tidak menjadi mengurangi arti dari Pasanggiri ini. Yang penting menurut saya ini memunculkan anak muda multitalenta,” ujar Dedi Taufik.
Dia memastikan bahwa semua finalis akan menjadi duta pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif sebagaimana amanat dari Ridwan Kamil. Harapannya, pasar anak muda bisa dimaksimalkan dengan kehadiran para mojang jajaka tersebut.
Pihaknya ingin menjadikan semua finalis sebagai agent of change. Di mana nantinya terlibat dalam kampanye vaksin, prokes, cara adaptasi baru termasuk promosi pariwisata. Selain itu, pihaknya juga ingin meningkatkan kunjungan wisatawan, sehingga branding yang dilakukan oleh pihaknya akan dikolaborasikan dengan moka ini.
“Pendekatan kita selain budaya jadi kekuatan, juga SDM Pasanggiri ini mulai attitude dan lain sebagainya. Paham tentang budaya, paham tentang pariwisata, tentang bahasa,” katanya.*** (Rianto Nurdiansyah)
Editor : inilahkoran

