Mudik Lebaran 2026, Dinkes Jabar Dirikan 268 Pos Kesehatan di Jalur Strategis

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat layanan kesehatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, dengan menyiagakan ratusan pos pelayanan kesehatan.

Mudik Lebaran 2026, Dinkes Jabar Dirikan 268 Pos Kesehatan di Jalur Strategis
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat layanan kesehatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, dengan menyiagakan ratusan pos pelayanan kesehatan di berbagai jalur perjalanan. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemudik mendapatkan penanganan medis cepat, jika mengalami gangguan kesehatan maupun kecelakaan di perjalanan.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat, sedikitnya 268 Pos Kesehatan disiapkan di sejumlah titik strategis, mulai dari jalur arteri, rest area tol, terminal, pelabuhan, stasiun kereta, bandara, hingga kawasan wisata yang diprediksi dipadati masyarakat selama libur Idulfitri.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Vini Adiani Dewi menegaskan, kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Pelayanan kesehatan selama arus mudik harus dipastikan berjalan optimal. Karena itu seluruh sumber daya kesehatan kami siagakan, termasuk koordinasi lintas sektor,” ujar Vini, Senin 9 Maret 2026.

Guna mendukung operasional Pos Kesehatan tersebut, ribuan tenaga medis turut dikerahkan. Tercatat 592 dokter dan 3.245 perawat disiagakan selama periode mudik. Selain itu, 636 pengemudi ambulans serta 446 tenaga kesehatan tradisional juga dilibatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Menurut Vini, keberadaan Pos Kesehatan sangat krusial terutama dalam penanganan darurat di jalur perjalanan. Pos ini diharapkan mampu memberikan respons cepat saat terjadi kecelakaan lalu lintas atau kondisi medis mendadak yang dialami pemudik.

Pos Kesehatan ini sangat penting karena dapat memberikan penanganan darurat secara cepat. Dengan penanganan pada masa ‘golden period’, risiko kematian akibat kecelakaan dapat ditekan,” ucapnya.

Layanan yang tersedia di Pos Kesehatan tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan dasar. Petugas juga memberikan edukasi kesehatan kepada pemudik, penanganan kegawatdaruratan, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat jika diperlukan. Selain layanan medis konvensional, tersedia pula layanan kesehatan tradisional seperti akupresur dan ramuan herbal bagi para pelaku perjalanan.

Sisi lain, Dinkes Jabar juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan pengemudi angkutan umum. Pemeriksaan kesehatan dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota guna memastikan para sopir dalam kondisi prima sebelum mengangkut penumpang.

“Kesehatan pengemudi menjadi perhatian penting karena mereka membawa keselamatan banyak penumpang,” katanya.

Pengawasan kesehatan selama periode libur Lebaran juga diperluas dengan memantau potensi penyakit menular, kebersihan lingkungan, serta keamanan pangan di lokasi keramaian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Demi memastikan seluruh layanan berjalan optimal, Dinkes Jabar menjalin koordinasi lintas sektor bersama kepolisian, dinas perhubungan, pengelola jalan tol, hingga rumah sakit rujukan.
Kesiapsiagaan kesehatan juga tidak hanya difokuskan di jalur mudik, tetapi diperluas ke berbagai lokasi yang berpotensi dipadati masyarakat seperti destinasi wisata, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hingga wilayah rawan bencana.

“Dengan kesiapan sumber daya kesehatan serta koordinasi lintas sektor yang baik, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat dapat berlangsung lancar, aman, dan sehat,” tandasnya.


Editor : JakaPermana