Mulyadi Ingatkan Kemenpupr, Jalan Tol Bocimi Warisan Jokowi Hingga Harus Tepat Target Revitalisasi
Anggota Komisi V DPR-RI Mulyadi berharap revitalisasi Jalan Tol Bocimi Seksi II selesai pada Bulan September seperti yang diutarakan oleh Sekjen Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor-Jadi legacy atau warisan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang akan berakhir pada Minggu 20 Oktober mendatang, Anggota Komisi V DPR-RI Mulyadi berharap revitalisasi Jalan Tol Bocimi Seksi II selesai pada Bulan September seperti yang diutarakan oleh Sekjen Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).
"Saya berharap target selesai di Bulan September untuk revitalisasi Jalan Tol Bocimi Seksi II yang mengalami bencana tanah longsor sebelum Hari Raya Idhul Fitri lalu terwujud, karena proyek tersebut warisannya Presiden Republik Indonesia Jokowi (Joko Widodo)," harap Mulyadi kepada wartawan, Kamis, 6 Juni 2024.
Mulyadi menuturkan bahwa semoga kabar tersebut merupakan bagian dari klarifikasi, karena sebelumnya ketika ia meninjau ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Warnasari, Cicurug Kabupaten Sukabumi, dirinya mendapat kabar bahwa proyek revitalisasi tersebut belum ada opsi pasti hingga kemungkinan molor dari target sebelumnya yaitu pada akhir Bulan Desember 2024.
"Ada dua opsi cara revitalisasi atau perbaikan, ada yang 'memakan' waktu empat dan lima bulan. Kini malah maju menjadi Bulan September, semoga saja target yang baik tersebut itu terwujud dan Jalan Tol Bocimi Tahap kembali difungsikan secara normal," tuturnya.
Politisi Partai Gerindra tersebut juga memberikan peringatan, agar revitalisasi Jalan Tol Bocimi Tahap II sesuai dengan kajian. Apalagi, ia mendengar bahwa lahan yang mengalami bencana tanah longsor mengandung geo listrik.
"Kalau lahan mengandung geo listrik, itu bisa menghambat proses revitalisasi hingga rentan terjadi lagi bencana tanah longsor. Saya pun waswas apabila melewati bagian jembatan di Jalan Tol Bocimi Tahap II, khawatir jatuh terbawa tanah yang longsor," sambungnya.
Ia pun mengingatkan bahwa kedepan harus ada kajian yang lebih detail dan mendapatkan masukan dari lembaga terkait termasuk pemerintah daerah untuk pemilihan lokasi Jalan Tol.
"Pembangunan Jalan Tol kedepan jangan diibaratkan jadi pemadam kebakaran, karena ada potensi pergerakan tanah tanah yang besar di lahan yang mengandung geo listrik," tukas Mulyadi. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti


