Muncul Petisi agar Uang Donasi Dikembalikan, Farhat Abbas Sumpahi Donatur Agus Salim Masuk Neraka

Farhat Abbas yang merupakan pengacara Agus Salim mengucapkan sumpah serapahnya usai muncul petisi agar uang donasi Agus dikembalikan.

Muncul Petisi agar Uang Donasi Dikembalikan, Farhat Abbas Sumpahi Donatur Agus Salim Masuk Neraka
Muncul Petisi agar Uang Donasi Kembali, Farhat Abbas Sumpahi Donatur Agus Salim Masuk Neraka

INILAHKORAN, Bandung - Permasalahan soal kasus Agus Salim, korban penyiraman air keras dan uang donasi yang diterimanya sampai saat ini masih terus bergulir.

Farhat Abbas yang merupakan pengacara Agus Salim mengucapkan sumpah serapahnya usai muncul petisi agar uang donasi Agus dikembalikan.

Dalam unggahan di Instagram Storiesnya, @farhatabbasofficial, Farhat Abbas menyumpahi para donatur yang telah memberikan donasi kepada Agus masuk neraka dan penjara.

"Semua donatur yang minta kembali uangnya yang sudah di kasih ke Agus gue jamin masuk neraka dan sebagian masuk penjara! Karena cara cara kemanusiaan nya tidak manusiawi banget," tulisnya.

Selain itu, Farhat Abbas juga menyebutkan zalim lantaran meminta donasi yang sudah diberikan kepada Agus ditarik kembali.

"Nyonya yayasan dkk panik hingga buat petisi tarik donasi orang buta! Kasihan ya ama komplotan-komplotan para pendzalim orang buta! Jelas jelas uang milyaran udah di kuasai nyonya yayasan! Takut masuk penjara ya? Kasihan banget km!," tulisnya lagi.

Ia pun menyemangati Agus karena petisi itu hanya diikuti oleh orang-orang yang diprovokasi.

"Ayo semangat Agus! Petisi itu hanya diikuti orang-orang yang di provokasi oleh nyonya yayasan! Kalo udah di audit nanti juga sedunia akan tertawakan nyonya yayasan dan para jun & jin, para jon2 dan kaum jongos-jongosnya," tulis Farhat.

Berdosalah para kaum jahat yang menghujat dan fitnah Agus yang tak berdaya! Luka belum sembuh uang donasi di kuasai nyonya yayasan! Nyonya berupaya bermanuver untuk kuasai uang Agus dan menarik simpatik orang untuk nymbanng ke rekening yayasan! Agus jadi bulan2an! Kasihan," pungkasnya. 


Editor : Firda Rachmawati