Musim Hujan Datang, BPBD Jabar Gerak Cepat Siapkan Kemampuan SDM dan Peralatan
Menghadapi musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar gerak cepat menyiapkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan penanggulangan bencana, melalui latihan bersama di Kawasan Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung- Menghadapi musim hujan, Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Jabar gerak cepat menyiapkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan penanggulangan bencana, melalui latihan bersama di Kawasan Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Senin 12 hingga Selasa, 13 September 2022 tersebut sekaligus bentuk kesiapsiagaan BPBD Jabar dalam menghadapi potensi ancaman bencana seiring datangnya musim hujan.
Analis Kebencanaan Ahli Muda Bidang Kedaruratan dan Logistik yang juga Koordinator Pusdalop BPBD Provinsi Jabar, Hadi Rahmat Harjasasmita mengungkapkan, peningkatan kapasistas SDM merupakan hal penting dalam menyiapkan diri terkait kesiapsiagaan. Karenanya, pelatihan juga dikemas dengan uji coba alat yang ada untuk water treatmen, juga kegiatan untuk water rescue.

Mengingat, kata Hadi, kondisi di lapangan saat ini sudah memasuki musim hujan, dan sudah ada beberapa laporan terjadi bencana. Sehingga kesiapsiagaan adalah yang wajib dibangun oleh para personel BPBD maupun pihak lainnya pada saat ini.
"Supaya kondisinya siap untuk menghadapi situasi kedepan. Apalagi, dengan kondisi cuaca seperti ini semakin tidak menentu. Yang pasti hingga September dan puncaknya Januari sampai Februari 2023 sudah memasuki musim hujan," katanya.
Menurut Hadi, dalam menghadapi persoalan kebencanaan, edukasi perlu terus diberikan kepada semua pihak. Karenanya, ketika para personel PPDB sudah mendapatkan pembekalan. Hal itu diharapkan dapat juga ditularkan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
"Harapannya ya tentu saja seusai mengikuti pelatihan bisa mengedukasi masyarakat yang ada di lingkungannya, karena mereka akan kembali ke masyarakat. Sehingga pelatihan uji alat untuk penanggulangan bencana ini bisa dilaksanakan semakin masif, dan benar-benar dibutuhkan untuk pengurangan risiko bencana," jelas Hadi.
Hadi menambahkan, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus melibatkan semua pihak. "Kegiatan penanggulangan bencana bukan urusan BPBD saja, melainkan urusan bersama dan ditanggulangi bersama-sama. Makanya kolaborasi pentahelix ini yang juga terus kita bangun termasuk peran media," kata Hadi.

Dikatakannya, kegiatan yang menjadi kepentingan bersama ini, bisa diangkat menjadi political will untuk setiap pemimpin daerah untuk sama-sama memberikan porsi yang memadai dalam penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.
"Pada pelaksaanaan pelatihan ini, mulai dari pemasangan tenda, water treatment, karena di saat terjadi bencana yang sering menjadi kendala adalah air bersih. Kemudian pelatihan evakuasi, disaat bangunan roboh di kawasan permukiman padat penduduk. Bangunan roboh itu dampaknya manusia, apalagi dalam penangannya tidak langsung ke manusianya yang menjadi korban, apalagi korbannya tertutup material bangunan. Itu yang harus menjadi perhatian, ketika evakuasi rumah roboh dalam upaya mengurangi risiko bencana. Disaat korban berada di dalam reruntuhan bangunan," katanya.
Kemudian pelatihan water rescue, imbuh Hadi, karena di Jawa Barat banyak sungai atau danau, sehingga personel BPBD itu ikut dalam kegiatan SAR. "Itu harus dilatih, disaat ada korban hilang atau tenggelam di sungai maupun di danau. Pelatihan ini berbasis skill, jadi kemampuannya harus terbangun," katanya.
"Pada saat kejadian, kata Hadi, harus berbuat apa. Itu yang lebih utama. Oleh karena itu, kita harus melatih diri ketika terjadi bencana apa yang harus kita lakukan, bertindak apa apabila terjadi kebencanaan, baik banjir, longsor maupun angin puting beliung. Itu selalu kita rilis, baik di media sosial, instagram, youtube, supaya informasi itu sampai ke masyarakat," ucapnya.****
Editor : Ghiok Riswoto

