Ini Baru Luar Biasa, Produk Warga Binaan Lapas Cikarang Tembus Ekspor Italia
Kiprah para warga binaan di Lapas Kelas II Cikarang patut menjadi inspirasi. Mereka sukses menghasilkan produk manufaktur berkualitas
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bekasi- Kiprah para warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II A Cikarang patut menjadi inspirasi. Meski notabenenya berada dalam tahanan, mereka sukses menghasilkan produk yang diminati pasar dunia.
Adalah para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cikarang yang berhasil membuat produk manufaktur berkualitas hingga mampu menembus pasar ekspor Eropa, khususnya Italia.
Produk-produk unggulan yang dihasilkan para warga binaan itupun beragam mulai dari lunch box, tempat makan keropi, piring rotan, hingga beragam produk kerajinan lainnya.
Kepala Lapas Kelas II A Cikarang, Saverius Essau Gustaf Johannes mengungkapkan, produk-produk buah tangan para warga binaan telah berhasil diekspor ke Italia melalui kerjasama pihak ketiga.
Baca Juga: Turun Harga, Ongkos Rapid Test Antigen di Stasiun Kini Hanya Rp45 ribu
Menurut Saverius, dengan hanya bermodal mesin Injection Moulding, warga binaan Lapas Kelas II A Cikarang telah menghasilkan berbagai macam produk menarik.
Produk-produk yang dihasilkan adalah, Lunch box, tempat makan keropi, piring plastik rotan, tutup regulator, tutup galon, bracket, nampan, dan berbagai macam produk otomotif dan keperluan rumah tangga.
selain telah menembus pasar Eropa, berbagai produk manufaktur warga binaan lapas pun telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
"Produk yang sudah menembus pasar Italia berupa cupcake. Produk wadah kue mangkuk (cupcake) ini dipakai sebuah jaringan gerai toko kue eksklusif (patisserie) terkemuka di negara tersebut,” tutur Saverius Essau Gustaf Johannes, dikutip dari bekasikab.go.id, Kamis, 23 September 2021.
Baca Juga: Reforma Agraria 2021, Moeldoko: Konflik Agraria di Desa Sumberklampok Bali Kronis
Saverius Essau menerangkan, kegiatan warga binaan Lapas Cikarang bukan hanya dalam industri plastik. Menurutnya, terdapat 22 kegiatan lainnya yang bergerak dari bidang manufaktur, jasa dan agribisnis.
"Kegiatan tersebut diantaranya pembuatan roti bakery, pengolahan kedelai menjadi tahu dan tempe, tataboga, konveksi jahit, kerajinan tas kulit, kerajinan tangan," ucap Saverius.
"Hingga perkayuan dengan mengubah berbagai limbah kayu tak terpakai menjadi suatu produk bernilai jual semacam meja, kursi hingga lemari,” pungkasnya.***(Yosep Saepul Ramdan)
Sumber :Bekasi.go.id
Editor : inilahkoran


