Rumah Rusak Akibat Gempa di Pandeglang Banten Bertambah Jadi 1.909 Unit
BPBD Pandeglang Banten mencatat hingga kini rumah warga yang rusak akiba terdampak gempa tektonik pekan lalu menjadi 1.909 unit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Banten - Rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 6,6 yang terjadi diKabupaten Pandeglang, Provinsi Banten kembali bertambah.
Awalnya rumah warga yang rusak akibat gempa yang melanda Pandeglang, Banten berjumlah 1.904 unit, dan kini menjadi 1.909 unit.
"Meningkatnya jumlah rumah rusak itu sebanyak lima unit, " kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro, di Pandeglang, Minggu 16 januari 2022.
Baca Juga: Gempa Banten, 26 Kecamatan dan 138 Desa Terkena Dampak
BPBD Pandeglang terus melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa tektonik tersebut.
Pendataan rumah tersebut harus benar- benar akurat dan valid, sehingga mereka tepat sasaran untuk menerima bantuan itu.
Sebab, kata dia, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) akan memberikan bantuan kerusakan rumah hingga pembangunan hunian tetap ( huntap).
Karena itu, BPBD setempat terus melakukan pendataan melibatkan aparatur kecamatan, desa dan relawan.
Baca Juga: Diguncang Gempa M 6.7, Sebanyak 257 Rumah di Banten Rusak
Berdasarkan data yang diterima BPBD Pandeglang pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 1.909 rumah mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan 1.148 unit, rusak sedang 424 unit dan rusak berat 337 unit.
Selain itu juga kerusakan gedung sekolah sebanyak 36 unit, puskesmas 14 unit, masjid 10 unit, kantor desa tiga unit.
"Kami meyakini data kerusakan rumah itu dipastikan bertambah dan belum semua dilaporkannya," katanya.
Menurut dia, bencana gempa bumi yang berpusat di Perairan Sumur Kabupaten Pandeglang cukup besar dan kuat hingga getarannya dirasakan ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Bandung hingga Lampung.
Baca Juga: Pandeglang Tetapkan Status Siaga Bencana Gempa
Namun, pihaknya hingga kini belum menerima laporan korban jiwa, namun beberapa warga yang mengalami luka -luka akibat tertimpa bangunan rumah.
Dengan demikian, pihaknya tetap minta masyarakat waspada bencana alam guna mengurangi risiko kebencanaan.
"Kami tetap mengutamakan pelayanan kebutuhan dasar agar warga korban gempa merasakan kenyamanan dan perlindungan juga tidak mengalami kerawanan pangan, " ujar menjelaskan. (***)
Editor : inilahkoran


