Tips Irit Bensin Saat Arus Balik Lebaran 2022 Sekalian Hemat Budget Liburan
diperkirakan puncak arus balik Lebaran 2022 akan mulai berlangsung pada Sabtu, 7 Mei 2022 atau H+4 hingga Senin, 9 Mei 2022 atau H+6.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH KORAN, Bandung – Tak dapat dipungkiri liburan juga mudik bisa menghabiskan banyak uang hanya untuk keperluan bahan bakar kendaraan pada Lebaran 2022 ini.
Saat ini, diperkirakan puncak arus balik Lebaran 2022 akan mulai berlangsung pada Sabtu, 7 Mei 2022 atau H+4 hingga Senin, 9 Mei 2022 atau H+6.
Puluhan ribu kendaraan diperkirakan akan kembali dari kampung halaman menuju tempat perantauan.
Baca Juga: Lirik Laguâ Sssst... – Sore
Diprediksi juga akan terjadinya kepadatan kendaraan hingga kemacetan pada puncak arus balik Lebaran 2022 tersebut.
Hal itu bisa menyebabkan membengkaknya budget bahan bakar kendaraan karena kemacetan yang terjadi.
Dilansir dari Antara, berikut Inilah Koran sajikan tips irit bensin saat arus balik.
Baca Juga: Hukum Berinfaq Masjid dengan Uang Riba, Buya Yahya: Termasuk Rezeki Tidak Halal
- Kurangi rem mendadak
Manuver tersebut dapat memicu konsumsi bahan bakar lebih banyak lantaran kecepatan mobil berkurang secara drastis dan memerlukan energi besar untuk kembali bergerak.
Jika hal ini berulang terus-menerus maka konsumsi BBM akan boros.
Baca Juga: Jalur Padalarang-Cianjur Padat Sejak Sabtu Pagi, Begini Prediksi Dishub KBB
- Tidak melakukan akselerasi spontan
Akselerasi spontan selain dapat membuat bahan bakar terbuang percuma, juga membuat boros ban.
Boros bahan bakar akibat akselerasi spontan atau mendadak bisa terjadi baik di mobil bertransmisi manual maupun matic.
Upayakan untuk selalu perlahan dalam menekan pedal gas agar bahan bakat efisien dikonsumsi mesin.
Baca Juga: Akhir Pekan Libur Lebaran, Tiga Kawasan di KBB Ini Masih Lengang
- Berangkat lebih awal
Sadar atau tidak, dengan berangkat lebih awal dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Sebab dengan berangkat lebih awal, pengemudi tak perlu tergesa-gesa atau memacu kendaraan lebih cepat.
Konsumsi bahan bakar dapat lebih efisien lantaran kecepatan yang diraih cenderung lebih rendah dan konstan karena tidak terburu-buru.
Baca Juga: Dishub KBB Antisipasi Kepadatan Kendaraan di Kawasan Wisata Lembang
- Tidak mengemudi agresif
Gaya mengemudi agresif sangat sulit untuk menciptakan kehematan bahan bakar. Bahkan gaya mengemudi seperti itu juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas lebih tinggi.
- Jaga jarak dengan kendaraan di depan
Jaga jarak penting dilakukan untuk menghindari terjadinya rem mendadak. Dengan menjaga jarak, pengemudi hanya perlu melepas gas perlahan dan memanfaatkan engine brake saat kendaraan di depan melambat.***
Editor : inilahkoran


