Ramai Kasus Pencabulan di Lembaga Pendidikan, Jokowi Minta Diadakan Pembinaan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk melakukan pembinaan di tengah ramainya kasus pencabulan di lembaga pendidikan.

Ramai Kasus Pencabulan di Lembaga Pendidikan, Jokowi Minta Diadakan Pembinaan
Presiden Jokowi

INILAHKORAN, Bandung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk melakukan pembinaan di tengah ramainya kasus tindak pencabulan di lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren.

Jokowi mengatakan pembinaan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan kasus kekerasan seksual atau pencabulan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Menteri Agama (Menag) Ad Interim Muhadjir Effendy seusai menghadap Presiden Jokowi.

Baca Juga: Mendag Zulkifli Hasan Bagi-bagi Migor Gratis Sambil Kampanye Anaknya yang Maju di Pilkada 2024

“Tadi beliau memberikan arahan supaya itu terus diadakan pembinaan di lembaga-lembaga pendidikan, termasuk sekarang yang sudah terjadi itu (Ponpres Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah)," jelas Muhadjir dilansir dari Setkab, Rabu 13 Juli 2022.

Menurut Muhadjir, perlu dilakukan mitigasi agar kasus serupa tak kembali terjadi. Sementara untuk para korban, Presiden juga meminta agar diberikan layanan pemulihan trauma (trauma healing).

"Presiden meminta supaya ada perhatian kepada lembaga-lembaga pendidikan termasuk di dalamnya lembaga pesantren agar hal itu tidak terjadi lagi," tuturnya.

Baca Juga: Setuju Lawan Islam Makhachev, Charles Oliveira ke Presiden UFC: Ayo Bicara Soal Uang!

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan, media massa pun memiliki peran untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh masyarakat dalam memantau kegiatan anak-anaknya.

"Melalui pemberitaan kasus-kasus kekerasan seksual ataupun pencabulan di lingkungan pendidikan, maka masyarakat akan lebih berhati-hati dan selektif dalam menetapkan arah pendidikan anak-anaknya, termasuk juga teman sebayanya," sambungnya.


Editor : inilahkoran