Polisi Evaluasi Posisi Lampu Merah CBD Diduga Penyebab Kecelakaan Cibubur
Kecelakaan beruntun yang melibatkan 1 truk tangki Pertamina itu menabrak 10 sepeda motor dan 2 mobil hingga menewaskan 10 korban jiwa serta
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan akan mengkaji penyebab kecelakaan truk tangki Pertamina di jalan Alternatif Transyogi Cibubur CBD, yang disinyalir pemicu kecelakaan karena keberadaan traffic light dijalan menurun.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan 1 truk tangki Pertamina itu menabrak 10 sepeda motor dan 2 mobil hingga menewaskan 10 korban jiwa serta 5 orang luka-luka.
“Setelah kita olah TKP dan rekonstruksi, kita akan lakukan Forum Grup Discussion (FGD) dengan stakeholder yang ada. Kita akan memberikan rekomendasi hasil dari temuan di TKP mulai dari situasi jalan, konstruksi jalan, perambuan, traffic light, itu nanti akan terlihat manfaat maupun posisi disitu memungkinkan tidak menggunakan traffic light. Nanti kita akan berikan rekomendasi setelah olah TKP dan FGD,” terang Aan dikutip dari laman resmi Korlantas Polri, Senin (18/7).
Baca Juga: Yaya Sunarya Pastikan Fisik Pemain Persib Siap Tempur Saat Hadapi Bhayangkara FC
Lanjutnya, Brigjen Aan menambahkan kejadian ini, serupa seperti insiden kecelakaan di traffic light Kalimantan Timur.
“Ini persis kasus di lampu merah Kaltim, dimana ada lampu merah pas turunan. Tetapi kita tunggu proses lidik ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Brigjen Aan didampingi Dirut Jasa Raharja Rivan A Purwanto bersama Dirlantas Metro dan Pihak Pertamina belum dapat mengungkapkan penyebab utama kecelakaan dikarenakan petugas masih melakukan olah TKP dan penyelidikan.
Namun, berdasarkan keterangan dari saksi sementara dan temuan yang ada di TKP, saat kejadian kondisi lampu traffic light berwarna merah serta tidak ada bekas rem.
Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan Insentif Pajak di KEK Jabar
“Kita tidak menyampaikan penyebab utama, kita masih olah TKP dan penyelidikan. Kita tunggu hasil penyelidikan dan TKP. Namun dari tanda-tanda olah TKP tidak ada bekas Rem,” terangnya.
“Setelah olah TKP ini kita akan lakukan FGD terkait situasi jalan, konstruksi jalan, nantinya hasil FGD kita akan berikan masukan kepada stakeholder yang berkepentingan,” tambahnya.
Terakhir, Dirgakkum Korlantas Polri menyampaikan hasil dari olah TKP dan pemeriksaan serta yang terlibat akan di proses lebih lanjut.
“Semua yang nanti hasil olah TKP, pemeriksaan, dan yang terlibat akan kita proses. Termasuk nanti pihak pengelola jalan, pengusaha, jika didapati kelalaian tersebut,” pungkasnya.***
Editor : inilahkoran


