DPR RI Soroti Kecelakaan Maut Odong-odong Versus Kereta Api di Banten

Komisi V DPR RI turut menyoroti kecelakaan odong-odong yang tertabrak kereta saat menyeberang di perlintasan sebidang ilegal di Serang, Bant

DPR RI Soroti Kecelakaan Maut Odong-odong Versus Kereta Api di Banten
mobil odong odong ditabrak kereta api 9 tewas 24 luka luka

INILAHKORAN, Bandung — Komisi V DPR RI turut menyoroti kecelakaan odong-odong yang tertabrak kereta saat menyeberang di perlintasan sebidang ilegal di Serang, Banten. Selain turut berduka cita atas meninggalnya sembilan orang warga akibat kecelakaan maut itu, Komisi V DPR RI juga mendorong agar peristiwa tersebut dijadikan bahan evaluasi.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengingatkan Pemerintah untuk menjadikan kecelakaan maut odong-odong di Serang itu sebagai bahan evaluasi. Karena itu, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah wajib menggalakkan sosialisasi serta edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
 
“Ini masalah klasik di perlintasan sebidang kereta api. Masalah seperti ini akan terus berulang mana kala kesadaran pengguna jalan yang kurang terhadap bahaya yang mengitai di perlintasan sebidang atau pengamanan pintu perlintasan sebidang yang lemah,” tutur Lasarus seperti laman resmi DPR RI, Kamis (28/7).

Baca Juga: Kapan Bansos PKH Cair? Catat Ini Jadwal Resminya dari Kemensos
 
Selain itu, Lasarus pun meminta Pemerintah melalui instansi-instansi terkait untuk menutup seluruh perlintasan sebidang, khususnya perlintasan ilegal maupun yang tidak memiliki palang pintu. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya lagi kecelakaan lalu lintas. Ia menegaskan yang paling aman memang tidak ada lagi perlintasan sebidang.

“Semestinya kecelakaan bisa dicegah jika perlintasan sebidang ilegal tegas ditutup, dan atau semua dalam penjagaan petugas perkeretaapian,” tegas Lasarus.

Dalam peristiwa Kecelakaan maut odong-odong dan kereta api terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa kemarin (26/7). Setidaknya sebanyak sembilan korban meninggal, dan 24 penumpang odong-odong yang mengalami luka berat dan ringan.***


Editor : inilahkoran