Nelangsa Taman Pataraksa, Riwayatmu Kini

Taman Pataraksa tak lagi seramai dulu. Lampu taman menyala seadanya, sebagian sudut tampak gelap, dan beberapa fasilitas terlihat mulai aus dimakan waktu. 

Nelangsa Taman Pataraksa, Riwayatmu Kini
Padahal, 11 November 2023 silam, Taman Pataraksa yang berdiri tepat di depan gedung Pemerintahan Kabupaten Cirebon itu diresmikan Bupati Cirebon Imron. (maman suharman)

INILAHKORAN.ID - Taman Pataraksa tak lagi seramai dulu. Lampu taman menyala seadanya, sebagian sudut tampak gelap, dan beberapa fasilitas terlihat mulai aus dimakan waktu. 

Padahal, 11 November 2023 silam, Taman Pataraksa yang berdiri tepat di depan gedung Pemerintahan Kabupaten Cirebon itu diresmikan Bupati Cirebon Imron.

Saat itu, Imron berharap dengan keberadaan Taman Pataraksa bisa menghidupkan kondisi pusat kota Sumber yang sepi. Imron juga yakin, kehidupan UMKM akan menggeliat karena dipastikan menjelang malam area Taman Pataraksa akan ramai pengunjung.

Bukan itu saja, orang nomor di Kabupaten Cirebon itu melihat keberadaan Taman Pataraksa digadang-gadang menjadi ikon baru Kota Sumber. Kehadirannya diharapkan mengubah wajah kawasan Pemkab Cirebon yang selama bertahun-tahun dikenal sepi dan mencekam ketika malam tiba. Jalan protokol yang lengang kerap menjadi lokasi rawan kriminalitas.

Dengan anggaran mencapai Rp15 miliar bantuan dari Provinsi  tersebut, harapan itu sempat terwujud. Usai diresmikan, warga berbondong-bondong datang. Malam di pusat Kota Sumber yang sebelumnya sunyi, berubah menjadi ramai. Anak-anak bermain, keluarga bersantai, pedagang kaki lima mulai menggelar lapak.

Namun, euforia itu tak bertahan lama. Pada 2 Januari 2024, gapura Taman Pataraksa ambruk. Kejadian tersebut seketika meruntuhkan kebanggaan yang baru seumur jagung. 

Foto dan video gapura roboh menyebar luas di media sosial. Hujatan bermunculan. Proyek ini kembali disorot, mengingat sejak awal pembangunannya memang tak lepas dari berbagai persoalan.

Kasus ambruknya gapura kemudian berlanjut ke proses hukum. Sejak saat itu, kondisi Taman Pataraksa seperti berjalan di tempat. Bahkan, hampir tiga tahun berselang, kondisinya justru kian memprihatinkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon Dede Sudiono tak menampik kondisi tersebut. Dia mengakui, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam upaya perbaikan.

"Untuk tahun ini kami belum tahu apakah ada anggaran atau tidak. Ditambah lagi saat kerusuhan massal kemarin, kondisi fisik Taman Pataraksa ikut dirusak," ujar Dede Selasa 3 Januari 2026.

Dia menjelaskan, pengajuan bantuan ke Pemprov Jabar pun bukan perkara mudah. Pasalnya, Taman Pataraksa telah diserahterimakan dan kini menjadi aset Pemerintahan Kabupaten Cirebon.

"Artinya, seluruh tanggung jawab pemeliharaan dan perbaikan berada di tangan pemkab," akunya.

Di tengah keterbatasan itu, Dede tetap menyimpan keyakinan. Entah kapan. Dia berharap Taman Pataraksa bisa kembali berfungsi sebagaimana cita-cita awalnya yang menciptakan ruang publik tempat masyarakat berkumpul. Sekaligus, ruang hidup bagi pelaku UMKM pada hari-hari tertentu.

Harapan serupa juga datang dari warga. Wina, warga asal Sumber, mengaku masih sering datang bersama teman-temannya. Meski tak lagi seindah saat pertama diresmikan, taman ini tetap menjadi tempat melepas penat.

"Masih sering nongkrong di sini. Ya meskipun sekarang sudah beda jauh,” katanya singkat.

Para pedagang pun belum sepenuhnya pergi. Selepas jam kerja di lingkungan Pemkab Cirebon, beberapa di antaranya masih setia berjualan menjelang malam. Pengunjung memang berkurang, namun roda kecil ekonomi masih berputar.

Taman Pataraksa kini berdiri sebagai saksi, tentang harapan besar, kekecewaan, dan keyakinan yang belum sepenuhnya padam. Sebuah ruang publik yang menunggu waktu, apakah akan kembali hidup, atau sekadar menjadi kenangan tentang ikon yang pernah dibanggakan ditengah keterbatasan anggaran Pemkab Cirebon.


Editor : Doni Ramdhani