NewJeans Tak Ajukan Banding saat Pengadilan Mendukung ADOR, Netizen: Mereka akan Kembali??
Netizee duga bahwa NewJeans akan kembali ke agensi ADOR setelah mereka tidak mengajukan banding atas putusan pengadilan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - NewJeans saat ini tidak bisa lagi melakukan aktivitas independen, kecuali jika mereka ingin membayar denda miliaran rupiah pada Agensi ADOR.
Yang terbaru, dilaporkan bahwa NJZ (NewJeans) tidak mengajukan Banding ulang atas keputusan Pengadilan yang menerima permintaan perintah ADOR untuk mempertahankan status Agensi dan melarang penandatanganan kontrak periklanan.
Atas keputusan tersebut, netizen pun mengungkapkan beragam tanggapan, ada yang berharap agar mereka tetap berjuang, ada pula yang menginginkan agar mereka Kembali ke Agensi.
“Tidak, teruslah merevolusi," “Jangan mudah menyerah pada revolusi. Kenakan merek mewah dan teruslah maju.”
“Jangan Kembali ke Agensi dan terus berjuang.” Sementara yang lain menyambut baik gagasan mereka Kembali ke badan tersebut.
“Sepertinya mereka akan Kembali," “Sepertinya mereka akan Kembali ke ADOR," “Revolusi sudah berakhir?”
“Tidak akan ada yang berubah bahkan jika mereka mengajukan Banding lagi," "Kurasa mereka akan Kembali."
“Jadi, bolehkah ADOR mengatur jadwal sekarang? Atau tidak?”. Beberapa netizen juga menilai seluruh kontroversi itu sangat disayangkan.
“Tidak masuk akal ketika mereka pertama kali mengungkap seseorang karena tidak menyapa mereka. Orang-orang yang bekerja di perusahaan tahu bahwa situs komunitas seperti TheQoo memanipulasi opini publik.
Meskipun itu mungkin membuat Anda merasa tidak enak, itu tidak menjadikannya alasan untuk mengakhiri kontrak. Namun ternyata itu pun bohong.
Bahkan jika mereka Kembali, citra mereka tidak akan seperti sebelumnya. Saya tidak melihat mereka sebagai idola lagi, dan hanya sebagai pembohong. Saya akan melihat mereka di 'Sugar Man' 20 tahun dari sekarang.”
“Ada yang namanya timing buat para idol, tapi mereka cuma buang-buang waktu emas mereka…”
“Apa yang telah dilakukan karyawan hingga harus menerima hukuman ini? Saya harap mereka tidak Kembali. Akan terasa canggung bagi karyawan untuk bekerja sambil saling menatap wajah.”***
Editor : Irma Nurfajri


